JawaPos.com - William F. Rasmussen, sosok yang menggagas ESPN sebagai jaringan televisi olahraga 24 jam, meninggal dunia pada 18 Agustus 2026 dalam usia 93 tahun. Rasmussen wafat akibat komplikasi penyakit Parkinson yang dideritanya.
Kepergiannya menandai berakhirnya perjalanan salah satu tokoh yang mengubah cara dunia menikmati berita dan pertandingan olahraga di televisi.
Ide Rasmussen yang pada awalnya terdengar tidak biasa, membangun jaringan televisi yang hanya menayangkan olahraga sepanjang hari, kemudian berkembang menjadi ESPN, salah satu jaringan olahraga paling berpengaruh di dunia.
"Dia adalah seorang pria yang luar biasa - seorang visioner dan inovator yang menciptakan ide tentang sebuah jaringan yang sepenuhnya dikhususkan untuk olahraga," kata Chairman ESPN Jimmy Pitaro dikutip dari laman resminya.
Berawal dari Percakapan di Tengah Kemacetan
Gagasan ESPN bermula pada 1978 ketika Rasmussen, yang sebelumnya bekerja sebagai penyiar olahraga dan eksekutif hubungan masyarakat, bersama putranya, Scott Rasmussen, mulai mempelajari teknologi pengiriman televisi melalui satelit.
Momen penting itu terjadi pada suatu Jumat sore di Agustus 1978. William dan Scott sedang terjebak kemacetan di Interstate 84, Connecticut, dalam perjalanan menuju kawasan pantai New Jersey.
Keduanya tengah membicarakan kemungkinan program yang dapat ditayangkan melalui transponder satelit yang baru mereka peroleh dari RCA. Dalam percakapan tersebut, Rasmussen secara spontan mengusulkan ide untuk membuat jaringan televisi yang seluruh programnya didedikasikan bagi olahraga.
Ide tersebut kemudian berkembang jauh melampaui rencana awal. Semula, layanan itu dirancang untuk menayangkan pertandingan dan informasi olahraga Connecticut kepada masyarakat di negara bagian tersebut.
Namun, Rasmussen dan timnya melihat peluang yang lebih besar: membangun jaringan olahraga nasional yang mengudara selama 24 jam.
ESPN Resmi Mengudara pada 1979
Dengan dukungan pendanaan dari Getty Oil Co., kontrak program dari NCAA, serta kesepakatan iklan dengan Anheuser-Busch, proyek tersebut akhirnya menjadi kenyataan.
Entertainment and Sports Programming Network, yang kemudian dikenal sebagai ESPN, resmi diluncurkan pada 7 September 1979 pukul 19.00 waktu Amerika Serikat. Saat pertama kali mengudara, ESPN sudah menjangkau sekitar 1,4 juta rumah.
Program pembuka jaringan tersebut adalah SportsCenter, yang ketika itu dibawakan Lee Leonard dan George Grande.
Lebih dari empat dekade kemudian, SportsCenter tetap menjadi salah satu identitas utama ESPN. Program tersebut bahkan tercatat sebagai acara dengan jumlah episode terbanyak dalam sejarah televisi, sekaligus menjadi fondasi penting dalam perkembangan pemberitaan olahraga modern.
Kehadiran ESPN juga mengubah cara olahraga dikonsumsi penonton. Jika sebelumnya liputan olahraga televisi sangat bergantung pada jadwal siaran jaringan besar, ESPN memperkenalkan konsep berbeda: olahraga dapat menjadi isi utama sebuah jaringan televisi dan hadir sepanjang waktu.
Rasmussen Meletakkan Fondasi ESPN
Sebagai pendiri sekaligus presiden pertama ESPN, Rasmussen memainkan peran penting dalam membentuk arah awal perusahaan.
Pada Juli 1979, ia ditunjuk sebagai Chairman ESPN. Posisi presiden kemudian diberikan kepada Chet Simmons, yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden NBC Sports.
Di bawah kepemimpinan Rasmussen, ESPN tidak hanya mengembangkan SportsCenter, tetapi juga memperkenalkan siaran olahraga sepanjang waktu serta liputan terobosan pada babak-babak awal turnamen bola basket putra NCAA pada musim semi 1980.
Liputan tersebut membantu menarik perhatian nasional kepada ESPN yang ketika itu masih menjadi jaringan televisi baru.
Warisan Rasmussen tidak berhenti pada satu jaringan televisi. Konsep yang ia gagas ikut mendorong perubahan besar dalam industri media olahraga, dari model siaran berbasis jadwal menjadi ekosistem informasi olahraga yang tersedia hampir tanpa jeda.
Rasmussen sebelumnya kehilangan istrinya, Lois, yang meninggal dunia pada 2011 setelah 56 tahun menikah.
Ia meninggalkan dua putra, Scott Rasmussen dan istri keduanya, Laura, serta Glenn Rasmussen. Ia juga meninggalkan putrinya, Lynn Van Hollebeke dan suaminya, Louie, tujuh cucu, Andy, P.J., Wil, MaryAnn, Donna, Jessica dan Sarah serta dua cicit, Otto dan Adelaide.
Rasmussen juga telah lebih dahulu kehilangan saudara-saudaranya, Robert dan Donald Rasmussen serta Vivien, dan cucunya, Justin Van Hollebeke.
Bagi industri olahraga, warisan terbesar Rasmussen adalah sebuah gagasan sederhana yang lahir dari percakapan spontan di tengah kemacetan: olahraga bukan sekadar bagian dari program televisi, tetapi dapat menjadi sebuah jaringan televisi tersendiri.