JawaPos.com - Perusahaan ritel Jepang AEON Co. mengakui sejumlah karyawan diizinkan kembali ke pusat perbelanjaan yang terdampak gempa di Prefektur Kumamoto, meski aturan perusahaan melarang pengungsi masuk kembali ke gedung. Beberapa waktu kemudian, ledakan di fasilitas tersebut menewaskan tujuh pekerja.
Seperti dilansir Kyodo, Rabu (12/8), karyawan AEON Mall Kumamoto di Kashima diperbolehkan masuk kembali setelah meminta mengambil barang berharga seperti kunci mobil dan ponsel serta menutup mesin kasir.
Keputusan tersebut diambil setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto pada 28 Juli. Gempa mencapai level maksimum 7 pada skala intensitas seismik Jepang di sejumlah wilayah.
Sebagian karyawan yang menggunakan mobil untuk bekerja juga tidak dapat langsung kembali ke rumah setelah gempa.
AEON mengatakan aturan dan latihan evakuasi yang mereka miliki belum mencakup situasi setelah evakuasi, termasuk ketika karyawan perlu mengambil barang pribadi atau tidak dapat meninggalkan lokasi karena datang menggunakan mobil.
Ketiadaan prosedur tersebut membuat keputusan di lapangan diserahkan kepada petugas yang berada di lokasi.
Perusahaan kemudian menyatakan akan merevisi aturannya. Ke depan, karyawan akan diperbolehkan menyimpan barang berharga bersama mereka selama bekerja.
Presiden AEON Akio Yoshida sebelumnya mengatakan dalam konferensi pers pada 29 Juli bahwa aturan internal perusahaan melarang orang yang telah dievakuasi untuk kembali memasuki gedung.
Ledakan di pusat perbelanjaan tersebut terjadi sekitar pukul 17.50, sekitar satu jam 20 menit setelah gempa dahsyat mengguncang wilayah tersebut.