← Beranda
Qatar Ungkap Negosiasi AS-Iran Masuk Tahap Maju, Draf Kesepakatan Terus Dipertukarkan
Rian AlfiantoRabu, 5 Agustus 2026 | 16.58 WIB
Ilustrasi bendera AS dan Iran. (kuwaittimes)

 

JawaPos.com - Upaya meredakan ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih terus berlangsung. Qatar mengkonfirmasi bahwa proses mediasi belum berhenti, bahkan kedua pihak disebut terus saling bertukar draf rancangan kesepakatan sebagai bagian dari upaya membuka kembali jalur diplomasi dan mencegah konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Pemerintah Qatar menyebut pembicaraan tidak langsung antara Washington dan Teheran kini telah mencapai tahap yang cukup progresif. Sejumlah negara mediator, termasuk Qatar, Pakistan, dan Oman, juga terus berkoordinasi untuk menjaga komunikasi tetap berjalan di tengah situasi kawasan yang masih sensitif.

"Kami dapat mengonfirmasi bahwa upaya tersebut masih terus berlangsung dengan semua pihak," kata Penasihat Perdana Menteri Qatar sekaligus Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari dikutip dari Xinhua.

"Kami sedang mengarah pada penyelesaian diplomatik saat ini juga," lanjutnya. Menurut Al Ansari, proses negosiasi telah mencapai tahap yang sangat progresif.

Al Ansari menjelaskan, Qatar, Pakistan, dan Oman bekerja sama memfasilitasi komunikasi tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, seluruh negara di kawasan memiliki kepentingan yang sama untuk mencegah meningkatnya konflik.

"Semua pihak di kawasan bekerja secara bersama-sama untuk menghindari eskalasi. Para mediator, yakni Qatar, Pakistan, dan sekarang Oman, semuanya bekerja sama dalam isu ini," ujarnya.

Selain mendorong tercapainya kesepakatan, Qatar juga menaruh perhatian pada situasi di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.

Saat ditanya mengenai kondisi Selat Hormuz, Al Ansari menegaskan bahwa fokus utama Qatar saat ini adalah mencegah eskalasi konflik, memastikan jalur pelayaran kembali dibuka, sekaligus menghidupkan kembali diplomasi antara kedua negara.

"Yang menjadi prioritas kami adalah menghindari eskalasi, membuka kembali selat, dan membuka kembali pintu diplomasi antara para pihak," katanya.

Ia menambahkan, "Yang tidak ingin kami lihat saat ini adalah eskalasi besar di kawasan kami." Menurutnya, para mediator tengah berupaya mencapai solusi diplomatik jangka pendek yang dapat membuka jalan bagi dimulainya kembali perundingan.

Meski demikian, Al Ansari mengakui hingga kini belum ada agenda pembicaraan langsung yang dijadwalkan antara Amerika Serikat dan Iran.

"Saat ini kami belum memiliki agenda apa pun terkait pembicaraan langsung," ujarnya.

Namun, ia tetap optimistis bahwa proses mediasi yang sedang berlangsung akan mampu membawa kedua negara kembali ke meja perundingan.

Baca Juga: Donald Trump: Bukan Iran, Tetapi AS yang Akan Pungut Biaya di Selat Hormuz

"Tetapi kami berharap jika pembicaraan dapat dilanjutkan kembali dalam waktu dekat, kami akan mampu mendorong tercapainya sebuah kesepakatan besar," kata Al Ansari.

Mengenai peluang tercapainya kesepakatan, Qatar belum dapat memastikan kapan negosiasi akan selesai. Al Ansari mengatakan belum ada tenggat waktu yang bisa ditetapkan karena proses diplomasi masih terus berkembang mengikuti dinamika di lapangan.

 

EDITOR: Kuswandi