← Beranda
Drone Ukraina Hantam Kawasan Pantai Wisata di Rusia, 11 Tewas, Puluhan Orang Lain Terluka
Rian AlfiantoSelasa, 4 Agustus 2026 | 15.01 WIB
Video menunjukkan saat sebuah drone menabrak pantai Rusia, menewaskan tujuh orang. (Reuters TV/Media sosial)

 

JawaPos.com - Serangan drone Ukraina menghantam kawasan pantai wisata Arkhipo-Osipovka di wilayah Krasnodar dan Semenanjung Krimea pada Senin (3/8) waktu setempat, menewaskan sedikitnya 11 orang serta melukai puluhan lainnya.

Di antara korban tewas terdapat sejumlah anak-anak, sementara sembilan korban dilaporkan dalam kondisi kritis.

Serangan ini menjadi salah satu insiden paling mematikan yang menimpa kawasan wisata Rusia dalam beberapa waktu terakhir, di tengah meningkatnya intensitas saling serang antara Moskow dan Kyiv sepanjang 2026.

Satuan tugas krisis wilayah Krasnodar melalui unggahan di media sosial menyebut serangan drone di desa pesisir Arkhipo-Osipovka menewaskan tujuh orang, termasuk tiga anak-anak.

Gubernur Krasnodar, Venyamin Kondratyev, mengonfirmasi bahwa kawasan resor di pesisir Laut Hitam tersebut menjadi sasaran serangan drone Ukraina.

Rekaman yang beredar di media sosial, meski belum dapat diverifikasi secara independen, memperlihatkan benda yang diduga drone jatuh di area pantai yang dipadati wisatawan. Saat kejadian, sejumlah pengunjung terlihat masih berada di bibir pantai maupun di dalam laut.

Kementerian Kesehatan Rusia menyatakan sebanyak 21 orang, termasuk tiga anak-anak, dilarikan ke rumah sakit akibat serangan tersebut. Dari jumlah itu, sembilan korban dilaporkan mengalami luka berat.
Pemerintah Rusia juga mengirimkan tim medis khusus ke wilayah resor untuk menangani para korban.

Empat Orang Tewas di Krimea

Pada hari yang sama, sebagaimana dilansir via ABC News, serangan Ukraina juga dilaporkan menghantam Semenanjung Krimea yang dianeksasi Rusia sejak 2014.

Gubernur Krimea yang ditunjuk Moskow, Sergey Aksyonov, mengatakan empat orang tewas akibat serangan tersebut.
Arkhipo-Osipovka maupun Krimea merupakan destinasi liburan musim panas yang banyak dikunjungi wisatawan domestik Rusia.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya melaporkan jumlah korban sipil dalam perang Rusia-Ukraina meningkat sepanjang 2026, seiring konflik yang telah berlangsung lebih dari empat setengah tahun tanpa tanda-tanda penyelesaian damai.

Hingga kini, pemerintah Ukraina belum memberikan tanggapan resmi terkait serangan di Krasnodar maupun Krimea.
Baik Rusia maupun Ukraina sama-sama menyatakan tidak pernah dengan sengaja menargetkan warga sipil dalam perang yang dimulai sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.

Bulan lalu, Rusia menuduh pasukan Ukraina menewaskan 11 orang, termasuk empat anak-anak, dalam serangan terhadap sebuah kamp liburan di wilayah Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia.

Di sisi lain, Rusia juga berulang kali melancarkan serangan ke Kyiv dan berbagai kota Ukraina yang menyebabkan jutaan warga mengungsi serta menghancurkan infrastruktur. Ribuan warga sipil telah menjadi korban selama perang berlangsung, dengan mayoritas korban berasal dari Ukraina akibat serangan Rusia.

Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina meningkatkan serangan balasan ke Krimea menggunakan drone. Wilayah yang dicaplok Rusia pada 2014 itu dilaporkan mengalami gangguan pasokan listrik dan bahan bakar selama musim panas ini.

Di sisi lain, serangan juga terus terjadi di wilayah Ukraina. Pada Senin, serangan Rusia ke sebuah stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di Kota Kryvyi Rih, kampung halaman Presiden Volodymyr Zelensky, menewaskan tiga orang.

Gubernur Dnipropetrovsk, Oleksandr Ganzha, mengatakan salah satu korban merupakan anak laki-laki berusia delapan tahun.

Baca Juga: Menlu Iran Araghchi: Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran Tak Bisa Dibiarkan

Foto yang diunggah Ganzha memperlihatkan petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di dekat bangkai mobil yang hangus terbakar di lokasi SPBU.

Sementara itu, serangan Rusia lainnya di wilayah Odesa pada Sabtu (1/8) menyebabkan sedikitnya 13 orang terluka, menurut Gubernur Oleg Kiper.

 

EDITOR: Kuswandi