JawaPos.com - Fenomena teknologi sehari-hari di Tiongkok kini tidak hanya menjadi tontonan di media sosial, tetapi mulai mengubah pola perjalanan wisatawan asing.
Robotaxi tanpa pengemudi, pabrik pintar berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga layanan robot dan pengiriman drone menjadi pengalaman baru yang menarik pengunjung global untuk melihat langsung bagaimana teknologi futuristis mulai hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Gelombang ketertarikan ini menguat setelah istilah "Very Chinese Time" menjadi populer di berbagai platform media sosial pada awal 2026. Berbagai konten mengenai kehidupan modern di Tiongkok memperlihatkan teknologi yang sebelumnya dianggap sebagai gambaran masa depan, tetapi kini digunakan dalam aktivitas harian. Fenomena tersebut memperluas cara dunia memahami perkembangan industri, manufaktur, dan gaya hidup berbasis teknologi di negara itu.
Perjalanan wisata teknologi kini berkembang sebagai jendela baru untuk mengenal inovasi Tiongkok. Dalam program Tsinghua Global Youth Dialogue, mahasiswa asing mengunjungi pusat teknologi di Hangzhou, Shanghai, dan Beijing untuk mencoba teknologi seperti antarmuka otak-komputer, robot humanoid, serta sistem produksi otomatis.
Baca Juga: Perang Mobil Listrik Global Berubah Arah, Tiongkok Unggul Lewat EV Murah dan Teknologi Canggih
Melansir Global Times, Sabtu (1/8/2026), Adele Lim Min Yee, mahasiswa Malaysia di Sekolah Ekonomi dan Manajemen Universitas Tsinghua, mengatakan, "Sebelumnya, jika saya ingin mempelajari teknologi Tiongkok, saya harus mencari tahu sendiri harus pergi ke mana. Program ini membuka pintu tersebut bagi saya."
Perubahan minat wisatawan juga terlihat dari konten digital. Dalam video 'Tiongkok Hidup di Tahun 2050', kreator perjalanan Wiktoria Wanders memperlihatkan pengalamannya menaiki robotaxi, mencoba perangkat penopang tubuh berbasis teknologi, kasur berbasis AI, serta melihat robot anjing di Shenzhen.
Dia menyebut kota tersebut sebagai "dunia masa depan yang nyata." Video semacam ini membuat kemajuan teknologi Tiongkok tidak hanya menjadi bahan diskusi, tetapi juga tujuan perjalanan baru.
Menurut data Administrasi Imigrasi Nasional Tiongkok yang dikutip Global Times, negara itu mencatat 22,91 juta perjalanan masuk dari warga negara asing pada semester pertama 2026, naik 20,4 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sekitar 17,82 juta perjalanan menggunakan fasilitas bebas visa. Seiring meningkatnya kunjungan, wisatawan mulai mencari pengalaman yang melampaui objek sejarah seperti Tembok Besar atau kawasan tepi Sungai Huangpu di Shanghai.
Minat terhadap teknologi juga mendorong munculnya tur industri. Platform perjalanan Fliggy mencatat jumlah wisatawan keluarga dan mahasiswa asing dalam layanan masuknya meningkat lebih dari lima kali lipat dalam setahun terakhir. Mereka tertarik mencoba langsung model bahasa besar, perangkat AI, dan robot humanoid, bukan hanya melihat demonstrasi teknologi dari kejauhan.
Di Shenzhen, misalnya, wisatawan asing datang untuk melihat ekosistem teknologi yang menggabungkan AI, robot layanan, kendaraan otonom, dan manufaktur cerdas. Global Times melaporkan sejumlah pemandu wisata teknologi di kota tersebut menerima peningkatan kelompok pengunjung asing yang ingin menyaksikan langsung teknologi yang sebelumnya hanya mereka lihat melalui video daring.
Fenomena ini juga menunjukkan bagaimana media sosial ikut membentuk persepsi global terhadap inovasi Tiongkok. Video mengenai robotaxi, layanan drone, dan robot pelayanan menyebar cepat karena menampilkan teknologi yang mudah dipahami publik.
Baca Juga: Xpeng Pacu Produksi Mobil Terbang 2027, Tiongkok Bidik Pasar Teknologi Mobilitas Masa Depan
Seorang konsultan bisnis India yang tinggal di Tiongkok, Ram Niranjan Sharma, mengatakan, "Tiongkok bukan lagi hanya negara yang memproduksi barang untuk dunia. Ketika pengunjung melihat sendiri pabrik, sistem transportasi, dan penerapan teknologi sehari-hari, mereka mulai memahami perubahan yang sedang terjadi di sini."
Selain wisatawan individu, perusahaan dan calon pelaku bisnis juga melihat perjalanan teknologi sebagai kesempatan memahami rantai industri Tiongkok. Adele Lim menilai kunjungan tersebut memberinya gambaran mengenai kesiapan teknologi, kebutuhan pasar, serta peluang membangun produk di masa depan karena tersedianya data, pengguna nyata, dan ekosistem manufaktur.
Pada akhirnya, robotaxi, pabrik pintar, dan robot layanan menjadi bagian dari persaingan global dalam membentuk wajah kehidupan modern. Ketika inovasi berpindah dari ruang laboratorium ke jalan raya dan fasilitas publik, pengalaman wisata pun berubah menjadi cara baru bagi dunia untuk membaca arah perkembangan teknologi.