← Beranda
Rusia Hujani Kyiv dengan Rudal Hipersonik Oreshnik, 4 Tewas dan Puluhan Luka
Rian AlfiantoSenin, 25 Mei 2026 | 23.10 WIB
Sebuah bangunan terbakar setelah serangan rudal Rusia di Kyiv, Ukraina, Minggu, 24 Mei 2026 [Efrem Lukatsky/AP Photo].

JawaPos.com - Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran ke Kyiv dan wilayah sekitarnya pada Minggu dini hari, menggunakan rudal hipersonik Oreshnik, drone tempur, hingga rudal jelajah.

Sedikitnya empat orang tewas dan lebih dari 60 lainnya terluka dalam salah satu eskalasi paling serius dalam perang Rusia-Ukraina dalam beberapa bulan terakhir.

Serangan dimulai sekitar pukul 01.00 waktu setempat setelah militer Ukraina memperingatkan kemungkinan peluncuran rudal balistik hipersonik dari Rusia. Ledakan terdengar di sejumlah titik ibu kota Ukraina, memicu kerusakan luas pada bangunan sipil, pusat bisnis, hingga fasilitas publik.

Kementerian Pertahanan Rusia, melansir Al-Jazeera, mengkonfirmasi bahwa mereka menggunakan rudal hipersonik Oreshnik dalam serangan tersebut. Moskow menyebut serangan itu sebagai balasan atas serangan drone Ukraina di wilayah pendudukan Rusia di Ukraina timur yang menewaskan sedikitnya 18 orang.

“Sebagai tanggapan atas serangan teroris Ukraina terhadap infrastruktur sipil di wilayah Rusia, Angkatan Bersenjata Federasi Rusia melakukan serangan besar-besaran menggunakan rudal balistik Oreshnik, Iskander, rudal hipersonik Kinzhal, rudal jelajah Tsirkon, serta drone,” kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya.

Kyiv Digempur Ratusan Drone dan Rudal

Menurut Angkatan Udara Ukraina, Rusia meluncurkan sekitar 600 drone serta 90 rudal dari udara, laut, dan darat dalam satu malam. Sistem pertahanan udara Ukraina diklaim berhasil menghancurkan atau mengacaukan 549 drone dan 55 rudal, sementara 19 rudal lainnya gagal mencapai sasaran.

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan dua orang tewas di ibu kota dan 81 lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu, dua korban tewas lainnya dilaporkan berada di wilayah sekitar Kyiv.

Kepala Administrasi Militer Kyiv Tymur Tkachenko menyebut kerusakan tercatat di sedikitnya 40 lokasi berbeda di berbagai distrik kota.

“Ibu kota berada di bawah serangan rudal balistik massal,” ujarnya melalui Telegram.

Bangunan permukiman, kantor, pertokoan, lobi stasiun metro, hingga kantor pos di Independence Square dilaporkan mengalami kerusakan. Serangan juga menyebabkan kerusakan ringan pada gedung kabinet Ukraina dan kantor Kementerian Luar Negeri.

Museum Chernobyl Ikut Terdampak

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengecam keras serangan tersebut, terutama karena turut menyasar bangunan budaya dan sipil, termasuk Museum Chernobyl.

“Rusia mencoba menghancurkan bukan hanya kehidupan, tetapi juga ingatan,” kata Zelenskyy dalam unggahan di Telegram.

Ia menambahkan lebih dari 40 persen bagian museum mengalami kerusakan permanen yang tidak dapat dipulihkan.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Zelenskyy menyebut serangan terhadap fasilitas budaya sebagai tindakan “gila” dan menilai Rusia semakin meningkatkan tekanan psikologis terhadap warga sipil Ukraina.

Serangan kali ini menjadi penggunaan ketiga rudal hipersonik Oreshnik sejak perang Rusia-Ukraina berlangsung. Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya mengklaim rudal tersebut hampir mustahil dicegat karena melaju lebih dari 10 kali kecepatan suara.

Berdasarkan analisis rekaman video oleh Rollo Collins dari Centre for Information Resilience, hulu ledak Oreshnik tampaknya terpecah menjadi 36 submunisi sebelum menghantam target.

Koresponden Al Jazeera di Kyiv, Audrey MacAlpine, mengatakan penggunaan Oreshnik biasanya dimaksudkan sebagai pesan politik dan militer dari Moskow.

Baca Juga: Uni Eropa Kecam Serangan Rudal Hipersonik Rusia ke Ukraina, Dinilai Perparah Eskalasi Perang
“Setiap kali Rusia mengirimkan Oreshnik, biasanya mereka sedang mencoba menyampaikan pesan,” ujarnya.

“Serangan semalam menunjukkan kedua pihak kini bergerak menuju eskalasi yang lebih besar, bukan menuju perdamaian,” lanjut MacAlpine.

 

EDITOR: Kuswandi