JawaPos.com - Korban meninggal dunia akibat ledakan gas di tambang batu bara di Provinsi Shanxi, Tiongkok bagian utara, bertambah menjadi sedikitnya 82 orang. Informasi tersebut disampaikan media pemerintah Xinhua seperti dikutip dari Anadolu, Minggu (24/5).
Insiden itu terjadi Jumat (22/5) malam di tambang batu bara Liushenyu, Kabupaten Qinyuan, saat 247 pekerja sedang berada di bawah tanah.
Hingga kini, tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap para pekerja yang belum ditemukan sekaligus mengevaluasi dampak keseluruhan dari ledakan tersebut. Pemerintah Tiongkok juga mulai menyelidiki penyebab kecelakaan tambang tersebut.
Presiden Tiongkok Xi Jinping meminta proses penyelamatan dilakukan semaksimal mungkin untuk menemukan pekerja yang hilang serta memastikan korban luka segera mendapat penanganan medis.
Xi turut menekankan pentingnya investigasi menyeluruh atas insiden tersebut dan meminta pihak yang terbukti bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum.
Selain itu, ia meminta pemerintah daerah dan otoritas terkait di seluruh Tiongkok memperketat pengawasan keselamatan kerja serta meningkatkan langkah pencegahan guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa.
Perdana Menteri Li Qiang juga menginstruksikan jajaran terkait agar memperkuat koordinasi dalam operasi penyelamatan dan mempercepat evaluasi keselamatan di berbagai sektor industri penting.
Di sisi lain, Wakil Perdana Menteri Zhang Guoqing telah dikirim ke lokasi kejadian untuk memantau langsung proses penanganan darurat dan pemulihan pascakejadian.