JawaPos.com - Kapal pesiar MV Hondius yang menjadi pusat wabah hantavirus internasional diketahui membawa penumpang dan kru dari 28 negara berbeda.
Data terbaru, sebagaimana dinukil dari BBC, menunjukkan kalau Filipina menjadi negara dengan jumlah kru terbanyak, sementara Inggris dan Amerika Serikat mendominasi jumlah penumpang.
Berikut daftar jumlah penumpang dan kru di MV Hondius:
- Filipina: 38 kru
- Inggris: 31 orang
- Amerika Serikat: 23 orang
- Belanda: 16 orang
- Spanyol: 14 orang
- Jerman: 9 orang
- Kanada: 6 orang
- Prancis: 5 orang
- Turki: 5 orang
- Ukraina: 5 kru
- Australia: 4 orang
- Belgia: 2 orang
- Irlandia: 2 orang
- Swiss: 2 orang
- Selandia Baru: 2 orang
- India: 2 kru
- Yunani: 1 orang
- Jepang: 1 orang
- Argentina: 1 orang
- Denmark: 1 orang
- Saint Kitts and Nevis: 1 orang
- Singapura: 1 orang
- Swedia: 1 orang
- Polandia: 1 kru
- Rusia: 1 kru
- Portugal: 1 orang
- Montenegro: 1 kru
- Guatemala: 1 kru
Data manifest tersebut memperlihatkan betapa luasnya dampak potensial wabah hantavirus di kapal pesiar ekspedisi itu. Dengan penumpang dan kru berasal dari berbagai benua, otoritas kesehatan kini menghadapi tantangan besar dalam pelacakan kontak lintas negara.
Meski memicu kekhawatiran internasional, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan wabah hantavirus di MV Hondius bukan awal pandemi baru seperti Covid-19.
WHO menyatakan penularan virus ini tidak mudah terjadi di masyarakat umum karena membutuhkan kontak sangat dekat dan intens. Namun, kasus di kapal tersebut menjadi perhatian serius setelah muncul dugaan penularan antarmanusia yang pertama kali terdokumentasi dalam wabah terbaru ini.
Baca Juga: WHO Sebut Hantavirus Tak akan Menyebar Jadi Pandemi Besar seperti Covid-19
Hingga kini, lima kasus hantavirus telah dikonfirmasi dari delapan kasus suspek. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia, termasuk seorang perempuan asal Belanda berusia 69 tahun yang dinyatakan positif terinfeksi. (*)