JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran sebelum tercapai kesepakatan dengan Teheran. Pernyataan ini muncul di tengah ketidakpastian kelanjutan perundingan damai yang diharapkan mampu mengakhiri konflik kedua negara.
Melalui platform media sosialnya, Truth Social, Donald Trump menyebut blokade yang telah berlangsung selama sepekan itu 'benar-benar menghancurkan Iran'. Ia juga mengklaim bahwa Amerika Serikat saat ini unggul jauh dalam konflik tersebut.
Situasi semakin kompleks karena gencatan senjata sementara antara AS dan Iran dijadwalkan berakhir pada Rabu. Hingga kini, belum ada kepastian apakah putaran kedua perundingan damai akan benar-benar digelar di Pakistan.
Di sisi lain, pengamanan di ibu kota Pakistan diperketat menjelang kemungkinan pertemuan tersebut. Namun, Wakil Presiden AS JD Vance yang dijadwalkan memimpin delegasi belum bertolak dari Washington, demikian mengutip BBC.
Di sisi lain, seperti juga sudah diberitakan sebelumnya, dari pihak Iran pun masih belum memastikan keikutsertaannya. Apakah akan hadir di perundingan putaran kedua di Islamabad atau tidak, masih belum jelas.
Sejak blokade diberlakukan, militer AS dilaporkan telah memaksa sedikitnya 27 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan Iran, menurut Komando Pusat AS (Centcom). Bahkan, untuk pertama kalinya dalam konflik ini, AS menyita kapal kargo berbendera Iran yang mencoba menembus blokade.
Rekaman video yang dibagikan Centcom memperlihatkan kapal tersebut telah diperingatkan sebelum pasukan AS naik dan mengambil alih kendali. Teheran mengecam tindakan itu sebagai aksi pembajakan serta pelanggaran terhadap gencatan senjata yang rapuh.
Sebagai balasan, Iran mempertahankan blokade di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi distribusi energi dunia. Penutupan ini telah berlangsung hampir dua bulan dan memicu lonjakan harga energi global.
Meski sempat dibuka singkat pada Sabtu, jalur tersebut kembali ditutup setelah muncul laporan adanya kapal, termasuk tanker, yang menjadi sasaran serangan di sekitar wilayah tersebut.
Trump menuding Iran telah 'memutuskan untuk menembakkan peluru' dan menyebut tindakan itu sebagai pelanggaran total terhadap kesepakatan gencatan senjata. Sementara itu, Iran menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama blokade AS terhadap pelabuhannya masih berlangsung.
Baca Juga: Trump Klaim Negosiasi dengan Iran Sangat Baik, Tapi Tetap Sindir Keras Teheran
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran mendesak AS untuk tidak mengajukan tuntutan berlebihan dan permintaan yang dianggap melanggar hukum.
Sumber menyebut delegasi AS kemungkinan segera berangkat menuju Pakistan, meski waktu pastinya belum diumumkan. Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa hingga saat ini Teheran 'belum memiliki rencana' untuk menghadiri perundingan tersebut.