← Beranda
Paus Leo XIV Angkat Suara: Perang AS-Israel vs Iran Harus Berhenti, Dunia Diminta Kembali ke Meja Dialog
Nanda PrayogaSenin, 13 April 2026 | 05.35 WIB
Paus Leo XIV desak gencatan senjata di Timur Tengah, sebut perang skandal kemanusiaan, dan minta dunia tempuh jalur damai. (Vatican News)

JawaPos.com - Paus Leo XIV menyerukan penghentian konflik bersenjata dan mengajak para pemimpin dunia untuk mengutamakan dialog, seraya mengkritik eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Dalam doa bersama di Basilika Santo Petrus pada Sabtu, Paus menegaskan pentingnya mengakhiri kekerasan serta meninggalkan pendekatan militeristik.

“Cukup dengan penyembahan diri dan uang! Cukup dengan pamer kekuatan! Cukup dengan perang!” ujar Paus Leo seperti dikutip dari Anadolu, Minggu (12/4).

Baca Juga: Ketua BPKN RI Tekankan Penguatan Kelembagaan Pasca Putusan MK untuk Jamin Hak-hak Konsumen

Ia menekankan bahwa kekuatan sejati justru tercermin dari upaya menjaga dan melindungi kehidupan. “Kesungguhan kekuatan terlihat dalam melayani kehidupan,” katanya.

Tanpa menyebut tokoh tertentu, Paus mengkritik tindakan yang kerap dibanggakan meski membawa korban jiwa. Ia juga menyoroti penderitaan anak-anak yang hidup di tengah konflik.

“Saya menerima banyak surat dari anak-anak di zona konflik… mari kita dengarkan suara anak-anak,” ujarnya.

Pernyataan ini muncul setelah sebelumnya ia memperingatkan ancaman kehancuran “seluruh peradaban” jika situasi seperti penutupan Selat Hormuz terus berlanjut, yang disebutnya sebagai sesuatu yang benar-benar tidak dapat diterima.

Baca Juga: Bacaan Misa Gereja Katolik Minggu, 12 April 2026: Hari Minggu Paskah II

Paus Leo XIV kembali mengajak para pemimpin dunia untuk segera menempuh jalur diplomasi.

“Kami berseru kepada mereka: hentikan! Ini saatnya untuk damai! Duduklah di meja dialog dan mediasi,” katanya, sambil mengingatkan agar tidak mengambil keputusan yang memicu peningkatan persenjataan maupun tindakan mematikan.

Konflik antara AS dan Israel melawan Iran yang pecah sejak 28 Februari telah menewaskan lebih dari 3.000 orang dalam beberapa pekan terakhir, sebelum akhirnya tercapai gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada awal pekan ini.

Iran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan drone dan rudal ke Israel, serta menyasar Yordania, Irak, dan sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS, sekaligus membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Sementara itu, perundingan antara AS dan Iran yang digelar di Islamabad pada Sabtu masih belum menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik secara permanen.

EDITOR: Bintang Pradewo