← Beranda
Rusia Kecam Serangan Israel ke Lebanon, Desak Gencatan Senjata AS-Iran Berlaku Regional
Rian Alfianto• Jumat, 10 April 2026 | 12.38 WIB
Empat orang tewas dan 30 lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel di pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut. (Sputnink/RIA Novosti)

JawaPos.com - Rusia melontarkan kecaman keras terhadap Israel yang terus melancarkan serangan ke Lebanon di tengah upaya gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Moskow menegaskan bahwa kesepakatan tersebut seharusnya berlaku secara regional, mencakup juga Lebanon.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menyampaikan sikap tersebut dalam pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.

“Moskow dengan tegas meyakini bahwa kesepakatan ini memiliki dimensi regional dan secara khusus berlaku untuk Lebanon," demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia.

Baca Juga: Inggris Minta Gencatan Senjata Iran-AS Diperluas ke Lebanon

ecara terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, juga mengecam keras serangan Israel di Lebanon. 

Ia memperingatkan bahwa aksi militer tersebut dapat menggagalkan proses diplomasi yang baru mulai terbentuk.

“Tindakan agresif seperti ini mengancam merusak proses negosiasi yang sedang mulai terbentuk,” ujarnya.

Zakharova juga menegaskan bahwa serangan tersebut berisiko memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.

Rusia juga menyerukan agar gencatan senjata yang disepakati antara Washington dan Teheran segera diperluas cakupannya, termasuk ke Lebanon.

Baca Juga: Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 254 Orang Usai Gencatan Senjata Iran dan Amerika Serikat

Seruan ini sejalan dengan posisi Iran yang sebelumnya menyatakan bahwa Lebanon harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kesepakatan damai.

Namun, sikap Rusia bertolak belakang dengan kebijakan Israel. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah menegaskan bahwa gencatan senjata tidak mencakup Lebanon.

Akibatnya, serangan Israel terhadap target yang diklaim sebagai infrastruktur Hezbollah terus berlanjut.

Serangan terbaru dilaporkan menewaskan lebih dari 250 orang di Lebanon, memperburuk krisis kemanusiaan di negara tersebut.

Gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump sebelumnya diharapkan menjadi pintu masuk menuju penyelesaian konflik.

Baca Juga: Lebanon Kembali Diserang, Spanyol Desak UE Tangguhkan Perjanjian dengan Israel

Namun, perbedaan pandangan terkait cakupan kesepakatan, terutama soal Lebanon, kini menjadi batu sandungan serius.

Rusia menilai bahwa tanpa pendekatan regional yang menyeluruh, upaya damai berisiko gagal sebelum benar-benar dimulai.

Pernyataan Moskow juga bisa menjadi sinyal bahwa konsensus global terkait penyelesaian konflik masih jauh dari tercapai.

Jika gencatan senjata tidak diperluas dan dihormati oleh semua pihak, maka peluang deeskalasi akan semakin kecil.

Baca Juga: Sekjen PBB Antonio Guterres Kecam Serangan Israel ke Lebanon, Ancam Gencatan Senjata

EDITOR: Bayu Putra