JawaPos.com - Personel TNI anggota Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) yang terluka dalam serangan di Lebanon selatan terus menunjukkan perkembangan positif.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memastikan bahwa saat ini pasukan yang terluka dan dirawat itu sudah dalam kondisi stabil.
Juru Bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric menyampaikan bahwa ledakan di posisi pasukan PBB di El Adeisse pada Jumat (3/4) mengakibatkan tiga personel UNIFIL, yang seluruhnya berasal dari Indonesia, terluka.
“Dua personel yang terluka paling parah telah dievakuasi ke rumah sakit di Marjayoun, di mana mereka dilaporkan sudah dalam kondisi stabil,” kata dia dalam konferensi pers siang di Markas PBB, Senin (6/4) waktu setempat, sebagaimana dilansir dari Antara.
Kemudian, pada keterangan Selasa (7//4), Jubir Sekjen PBB juga menyebut seorang personel lain telah mendapat pertolongan medis langsung di lokasi, mengingat lukanya yang tak terlalu parah.
Meningkatnya serangan yang menyasar personel UNIFIL serta aksi Zionis Israel menghancurkan semua kamera pengawas markas UNIFIL beberapa waktu lalu, direspons PBB dengan mengungkapkan “keprihatinan yang serius” kepada tentara Zionis Israel.
“Kami mendesak semua pihak untuk memenuhi kewajiban mereka di bawah hukum internasional dan memastikan keselamatan dan keamanan personel PBB kapan pun,” ucap Dujarric.
Sementara itu, Terkait perkembangan penyelidikan terhadap dua serangan pada akhir Maret lalu yang mengakibatkan tiga personel UNIFIL asal Indonesia gugur, Dujarric menyatakan bahwa hasil penyelidikan masih diproses hingga saat ini.
Sebelumnya, tiga personel penjaga perdamaian asal Indonesia kembali menjadi korban ledakan yang terjadi pada Jumat di El Addaiseh, Lebanon Selatan.
Baca Juga: Pasukan Israel Diduga Hancurkan 17 Kamera CCTV UNIFIL di Lebanon Selatan dalam 24 Jam
Peristiwa itu merupakan insiden serius ketiga yang berdampak pada personel Indonesia di UNIFIL.
Indonesia telah kehilangan tiga prajurit TNI di Lebanon, yakni Praka Farizal Rhomadhon yang wafat akibat tembakan artileri pada Minggu (29/3).
Disusul Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan yang gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang pada Senin (30/3).
Sementara itu, sebanyak lima prajurit lain TNI yang terluka dalam dua peristiwa itu adalah Lettu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana, Praka Deni Rianto, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.
Dengan bertambahnya personel yang terluka akibat insiden pada Jumat, sejauh ini tercatat sebanyak delapan prajurit TNI terluka saat menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian PBB di Lebanon.
Baca Juga: 3 Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian, SBY Desak PBB Hentikan Penugasan UNIFIL di Lebanon