JawaPos.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel untuk segera menghentikan operasi militer terhadap Iran.
Ia menilai konflik yang telah memasuki bulan kedua itu kini memicu krisis kemanusiaan dan ekonomi yang semakin meluas.
Dalam pernyataannya kepada media pada Kamis (2/4), Guterres menegaskan bahwa situasi di Timur Tengah semakin mendekati titik berbahaya. Ia juga meminta Iran untuk menghentikan serangan terhadap negara-negara tetangganya.
“Pesan saya jelas. Kepada Amerika Serikat dan Israel, sudah saatnya menghentikan perang yang menyebabkan penderitaan manusia yang luar biasa dan dampak ekonomi yang menghancurkan. Kepada Iran, hentikan serangan terhadap tetangga,” tegasnya.
Krisis Meluas, Dampak Tak Lagi Regional
Guterres menyoroti bahwa konflik yang terus bereskalasi telah menyebabkan meningkatnya korban sipil dan kerusakan infrastruktur penting. Ia menyebut kondisi kemanusiaan memburuk dengan cepat, sementara dampak ekonomi mulai terasa secara global.
“Konflik di Timur Tengah telah memasuki bulan kedua,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa skala kehancuran terus meningkat dan meluas.
Menurutnya, dampak perang kini tidak lagi terbatas di kawasan, tetapi mulai mengguncang stabilitas pasar global serta dinamika keamanan internasional.
PBB juga memperingatkan bahwa jika konflik terus berlanjut, risiko pecahnya perang regional yang lebih besar sangat nyata. Bahkan, situasi saat ini dinilai bisa menyeret lebih banyak negara ke dalam konflik.
“Dunia berada di ambang perang yang lebih luas,” kata Guterres. “Dampaknya akan sangat dramatis secara global.”
Kekhawatiran ini sejalan dengan meningkatnya tensi geopolitik di kawasan yang selama ini dikenal rentan terhadap konflik berskala besar.
Guterres juga menegaskan bahwa upaya diplomasi harus menjadi prioritas utama. Ia meminta semua pihak berpegang pada hukum internasional, termasuk Piagam PBB, dalam mencari solusi.
Menurutnya, penyelesaian damai harus didasarkan pada penghormatan terhadap kedaulatan negara, integritas wilayah, perlindungan warga sipil dan infrastruktur, keamanan fasilitas vital, termasuk instalasi nuklir serta kebebasan navigasi di jalur perairan strategis.
Menutup pernyataannya, Guterres mendesak semua pihak untuk memilih jalur dialog dibanding konfrontasi militer.
“Kita harus menemukan jalan damai. Konflik tidak berakhir dengan sendirinya. Konflik berakhir ketika para pemimpin memilih dialog, bukan kehancuran,” ujarnya.
Seruan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan internasional agar konflik segera diredam, sebelum berkembang menjadi perang regional besar dengan konsekuensi global yang lebih luas.