← Beranda
Tolak Gencatan Senjata, Iran Ingin Akhiri Perang dan Kompensasi
AntaraRabu, 1 April 2026 | 20.28 WIB
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membantah bahwa sudah ada kesepakatan gencatan senjata dengan Iran. (OZAN KOSE / AFP)

 

JawaPos.com - Pemerintah Irancmenolak mentah-mentah tawaran untuk gencatan senjata dari Amerika Serikat. Melalui Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Iran menegaskan, pihaknya hanya ingin penghentian perang secara total. Selain itu juga jaminan bebas dari serangan di masa depan dan kompensasi.

Kepada Al Jazeera pada Selasa (31/3), ia mengatakan kontak dengan AS bukanlah negosiasi, melainkan pertukaran pesan, baik secara langsung maupun lewat perantara di kawasan.

Dilansir dari Antara, Rabu (1/4), Araghchi menyebutkan ia terus menerima pesan dari utusan AS Steve Witkoff, tetapi menegaskan bahwa hal itu tidak boleh diartikan sebagai negosiasi formal.

Pesan-pesan tersebut disampaikan melalui kementerian luar negeri, termasuk komunikasi terbatas di antara badan keamanan, tanpa adanya pembicaraan dengan pihak tertentu di dalam negeri.

Ia menambahkan pertukaran pesan berlangsung dalam kerangka resmi pemerintah di bawah pengawasan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Menurut Araghchi, pesan tersebut mencakup peringatan dan pandangan bersama yang disampaikan melalui saluran tertentu.

Menanggapi laporan bahwa Iran telah merespons 15 usulan AS, ia mengatakan belum ada tanggapan yang dikirim dan Iran belum mengajukan usulan maupun syarat apa pun.

Araghchi menegaskan belum ada keputusan terkait negosiasi dan menekankan bahwa rakyat Iran tidak bisa diancam. Ia juga meminta Presiden AS Donald Trump untuk berbicara dengan hormat.

Baca Juga: Klaim Sudah Menang, Donald Trump Sebut AS Segera Tinggalkan Iran dalam Hitungan Pekan

Terkait keamanan maritim, Menlu Iran itu mengatakan Selat Hormuz sepenuhnya tetap terbuka dan hanya dibatasi bagi pihak-pihak yang melakukan permusuhan terhadap Iran.

Ia menambahkan langkah-langkah telah diambil untuk menjamin agar jalur pelayaran itu aman bagi kapal-kapal negara sahabat.

 

EDITOR: Kuswandi