← Beranda
Menlu Kutuk Serangan Israel ke Lebanon Usai Personel TNI di UNIFIL Gugur
AntaraSelasa, 31 Maret 2026 | 03.43 WIB
Anggota penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).(SCMP)

 

JawaPos.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengecaman keras serangan Israel ke Lebanon selatan, yang mengakibatkan gugurnya seorang personel TNI yang tergabung dalam Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL).

“Kami mengecam keras insiden ini dan juga mengecam keras serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel di wilayah Lebanon selatan,” kata Sugiono,dilansir dari Antara, Senin (30/3).

Ia menyerukan semua pihak agar melakukan deeskalasi dan kembali ke meja perundingan demi membahas perdamaian. Terlebih, apa yang terjadi di wilayah Lebanon selatan dalam kurun waktu sebulan terakhir ini membawa dampak luar biasa besar bagi banyak orang.

Sugiono juga menyoroti inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang telah menawarkan dirinya menjadi mediator “sehingga upaya-upaya yang mengarah kepada deeskalasi dan gencatan senjata bisa dilakukan”.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI sebelumnya menegaskan kecaman atas serangan Israel ke wilayah Lebanon selatan serta menyerukan semua pihak menghormati kedaulatan Lebanon dan mengakhiri serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil.

Melalui keterangan tertulisnya di media sosial, Senin, Kemlu RI menyerukan agar keselamatan dan keamanan personel penjaga perdamaian PBB dihormati sesuai hukum internasional.

“Serangan apapun terhadap pasukan perdamaian tak dapat diterima dan merongrong upaya bersama menjaga perdamaian dan stabilitas,” ujar Kemlu RI.

Personel TNI di UNIFIL dilaporkan menjadi korban dalam serangan artileri yang mengenai pos penugasan kontingen Indonesia di Kota Adshit Al-Qusyar di Lebanon selatan, Minggu (29/3) waktu setempat.

Baca Juga: Ungkap Kondisi Personel TNI yang Cedera dalam Serangan di Lebanon, Menlu: Ada 3 yang Luka, Satu Luka Berat Masih Koma, 2 Luka Ringan

Praka Farizal Rhomadhon dipastikan gugur dalam peristiwa tersebut, sementara tiga personel TNI lainnya atas nama Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka-luka.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah pada Senin memastikan bahwa ketiga personel yang terluka telah dievakuasi ke fasilitas medis, dengan Praka Rico yang mengalami luka berat diungsikan ke Rumah Sakit St. George di Beirut untuk perawatan intensif.

 

EDITOR: Kuswandi