JawaPos.com - Bandara-bandara di Amerika Serikat dirundung kekacauan. Hal ini akibat penghentian sebagian operasional ("shutdown") pemerintah, yang menyebabkan antrean pemeriksaan keamanan berjam-jam dan penundaan penerbangan di mana-mana.
"Bandara dari ujung ke ujung AS mengalami penundaan besar, antrean keamanan BERJAM-JAM, dan penerbangan yang terlewat," kata Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) melalui media sosial X, dilansir dari Antara, Senin (23/3).
"Shutdown" pemerintah yang berdampak pada DHS tersebut telah berlangsung selama 40 hari lebih, dengan Dinas Administrasi Keamanan Transportasi (TSA), yang merupakan bagian DHS, terdampak paling keras. Karyawan TSA dilaporkan tak kunjung digaji selama berminggu-minggu.
Dampaknya, sebagian besar staf TSA tidak bekerja, sehingga menyebabkan antrean pemeriksaan keamanan di bandara-bandara mengular berkepanjangan.
"Tanggung jawab kekacauan ini ada di pundak orang-orang Partai Demokrat," kata DHS.
Baca Juga: Amerika Serikat Nyatakan telah Serang 8.000 Target Militer di Iran, Termasuk 180 Kapal
Mengingat situasi yang berlangsung, Presiden AS Donald Trump di hari yang sama mengumumkan akan mengerahkan agen-agen Dinas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) untuk meningkatkan pengamanan di bandara-bandara AS mulai 23 Maret.