← Beranda
Kronologi Kapal Perang Iran IRIS Dena Tenggelam di Samudra Hindia, Diduga Diserang Kapal Selam AS
Rian AlfiantoKamis, 5 Maret 2026 | 21.58 WIB
Kapal Perang Iran, Iris Dena, berlabuh di Rio de Janeiro, pada Februari 2023. (Ricardo Moraes/Reuters)

JawaPos.com - Konflik militer yang melibatkan Iran, Amerika Serikat (AS) dan Israel semakin meluas.

Potensi itu muncul usai sebuah kapal perang Iran dilaporkan tenggelam di Samudra Hindia setelah diduga diserang kapal selam AS.

Akibatnya, puluhan awak kapal dilaporkan tewas dan memicu operasi penyelamatan besar di dekat perairan selatan Sri Lanka.

Kapal yang tenggelam tersebut diidentifikasi sebagai fregat IRIS Dena, salah satu kapal perang milik Angkatan Laut Iran. Berikut kronologi kejadian tenggelamnya kapal perang tersebut:

Baca Juga: Kapal Perang Iran Tenggelam di Samudera Hindia, Diduga Diserang Kapal Selam AS; Puluhan Pelaut Tewas

IRIS Dena Ikut Latihan Angkatan Laut Internasional

Sebelum insiden terjadi, IRIS Dena diketahui mengikuti latihan angkatan laut multinasional 'Milan' yang digelar oleh India di Teluk Benggala pada 18–25 Februari.

Latihan militer yang diikuti berbagai negara itu berlangsung di sekitar pesisir timur India.

Kehadiran kapal Iran bahkan sempat disambut oleh Komando Armada Timur Angkatan Laut India saat tiba di pelabuhan Visakhapatnam pada 17 Februari.

Setelah latihan selesai, kapal perang tersebut dilaporkan meninggalkan pelabuhan di India timur dan memulai perjalanan kembali menuju Iran. 

Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Sri Lanka, kapal itu sedang berlayar melintasi Samudra Hindia ketika insiden terjadi.

Baca Juga: Iran Resmi Pilih Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Baru, Akhiri Spekulasi Suksesi Pasca-Serangan AS-Israel

Serangan Terjadi di Perairan Internasional

Serangan terjadi ratusan mil dari kawasan Teluk Persia, wilayah yang selama ini menjadi pusat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan kapal perang Iran tersebut dihantam torpedo dari kapal selam Amerika Serikat.

“Sebuah kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional diserang oleh kapal selam Amerika. Kapal itu tenggelam oleh torpedo. Kematian yang sunyi,” kata Hegseth di Pentagon.

Video yang dirilis Pentagon menunjukkan ledakan besar di bagian belakang kapal sebelum akhirnya kapal mulai tenggelam dari bagian buritan.

Sinyal Darurat Diterima Sri Lanka

Beberapa saat setelah serangan, otoritas maritim Sri Lanka menerima sinyal darurat dari kapal yang berada di laut lepas.

Baca Juga: Konflik Iran, AS dan Israel Memanas, Kapolri Paparkan Upaya Presiden Prabowo Jaga Stabilitas Global

Angkatan Laut Sri Lanka kemudian mengirim tim pencarian dan penyelamatan menuju lokasi kejadian di dekat perairan selatan negara tersebut.

Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Komandan Buddhika Sampath, mengatakan tim penyelamat menemukan para awak kapal mengapung di laut.

“Kami menemukan orang-orang mengapung di air dan segera mengevakuasi mereka. Setelah ditelusuri, mereka ternyata berasal dari kapal Iran,” ujarnya kepada wartawan.

Puluhan Tewas, Banyak Awak Hilang

Otoritas rumah sakit di kota pelabuhan Galle, Sri Lanka, melaporkan sedikitnya 87 jenazah telah dibawa ke rumah sakit oleh tim penyelamat.

Sebanyak 32 orang berhasil diselamatkan dan sedang dirawat. Namun sekitar 60 awak kapal lainnya masih dinyatakan hilang dari total sekitar 180 orang yang diperkirakan berada di kapal.

Beberapa korban selamat, termasuk komandan kapal dan perwira senior, mengatakan kepada Angkatan Laut Sri Lanka bahwa kapal mereka diserang oleh kapal selam.

Konflik Berpotensi Meluas

Tenggelamnya IRIS Dena menandai perluasan medan konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang sebelumnya lebih banyak terjadi di kawasan Timur Tengah.

Insiden di Samudra Hindia ini juga memunculkan kekhawatiran bahwa jalur pelayaran internasional yang strategis di kawasan tersebut dapat ikut terdampak oleh eskalasi militer yang terus meningkat.

 

EDITOR: Bayu Putra