← Beranda
Putra Mahkota Arab Saudi Bangun Oxagon, Kota Terapung Raksasa yang Siap Ubah Jalur Perdagangan Global di Laut Merah
Mellyna Putri DiniarSelasa, 9 September 2025 | 00.06 WIB
Oxagon, kota pelabuhan terapung raksasa bagian dari proyek Neom di Arab Saudi, yang digagas Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) (Dok. Luxury Launches)

JawaPos.com - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) tengah mendorong pembangunan Oxagon, kota pelabuhan terapung raksasa yang disebut 14 kali lebih besar dari Central Park di New York. 

Proyek ambisius ini kini memasuki fase kedua dan digadang-gadang akan mengubah jalur perdagangan Laut Merah, kawasan vital yang menampung hampir 13 persen arus perdagangan dunia.

Oxagon merupakan bagian inti dari mega-proyek senilai USD 500 miliar atau sekitar Rp 8.211 triliun (kurs Rp 16.420 per USD), yakni Neom, yang dirancang sebagai pusat industri berteknologi tinggi sekaligus kawasan ramah lingkungan. 

Berbeda dari perluasan pelabuhan konvensional, Oxagon digagas sebagai pintu gerbang futuristis dengan perpaduan desain canggih dan kemampuan logistik mutakhir.

Pengerjaan Masuk Tahap Kedua

Dilansir dari Luxury Launches, Senin (8/9/2025), proyek ini kini bergerak ke tahap krusial dengan peralihan dari pekerjaan darat ke pengerukan laut berskala besar. 

DEME Group, perusahaan spesialis pengerukan asal Belgia, menjelaskan bahwa tahap berikutnya adalah pengerukan laut menggunakan kapal keruk pengisap dengan pemotong (cutter-suction dredger), yang dijadwalkan dimulai akhir tahun ini.

Pelabuhan Masa Depan Serba Otomatis

Oxagon diproyeksikan sebagai kota industri untuk sektor bersih dan berteknologi tinggi. 

Pelabuhan di dalamnya akan dirancang sepenuhnya otomatis dan terdigitalisasi, dengan sistem pelacakan waktu nyata dan penjadwalan pintar. 

Muatan kargo akan bergerak mulus dari pelabuhan menuju pusat logistik, lalu terhubung ke jaringan kereta modern.

Struktur Terapung Terbesar di Dunia

Bagian paling ambisius dari Oxagon berada di lepas pantai. Struktur terapung raksasa itu diperkirakan menjadi yang terbesar di dunia, sekaligus salah satu pencapaian rekayasa maritim paling berani yang pernah ada. 

Dengan menggabungkan pembangunan darat dan laut, proyek ini ditujukan menciptakan model baru pusat industri pesisir yang menyatukan fungsi kota dan pelabuhan.

Bagi Arab Saudi, Oxagon membawa bobot strategis. Jika The Line menarik perhatian dengan konsep kota futuristis, maka Oxagon dirancang menjadi mesin ekonomi yang menopang Neom dalam sektor perdagangan, industri, dan manufaktur. 

Letaknya di Laut Merah menjadikannya pusat logistik yang ideal bagi produsen dan perusahaan teknologi bersih.

Fondasi Lepas Pantai Segera Dibangun

Seperti dilaporkan Zawya, bulan-bulan mendatang akan menjadi periode penentu ketika DEME bersiap memobilisasi armada pengeruk laut. 

Langkah ini akan membentuk fondasi lepas pantai dari kota terapung tersebut. "Kami sedang memasuki tahap di mana Oxagon tidak lagi sekadar pekerjaan darat, tetapi mulai membangun identitasnya sebagai struktur terapung terbesar di dunia," ungkap pihak DEME kepada para investor.

Menantang Pusat Logistik Global

Jika berjalan sesuai jadwal, Oxagon berpotensi menjadi komponen pertama dari Neom yang menunjukkan fungsi nyata. 

Bagi Riyadh, keberhasilan ini akan menempatkan Arab Saudi sejajar dengan pusat logistik global seperti Singapura, Rotterdam, dan Dubai, serta membuktikan bahwa kerajaan mampu mewujudkan visi besar dalam bentuk infrastruktur berskala dunia.

Baca Juga: Balas Serangan, Ukraina Gantian Hantam Infrastruktur Energi Rusia dan Eropa Tengah

EDITOR: Candra Mega Sari