← Beranda
Kementerian PU Prioritaskan Buka Akses Jalan dan Distribusi Air di Lokasi Terdampak Gempa NTT
Syahrul YunizarJumat, 21 Agustus 2026 | 02.24 WIB
Menteri PU Doddy Hanggodo saat meninjau lokasi terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di NTT. (Kementerian PU)

JawaPos.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dodu Hanggodo menginstruksikan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) turun tangan membantu penanggulangan dampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur. Prioritas Kementerian PU adalah membuka akses jalan dan distribusi air untuk para korban.

Dalam keterangan resmi yang diterima oleh awak media pada Kamis (20/8), ​Staf Khusus Menteri PU Jemmy Setiawan menegaskan prioritas tersebut. Tujuannya untuk memastikan tidak ada lokasi terdampak gempa yang terisolasi atau sulit diakses oleh bantuan.

Langkah itu penting karena guncang gempa dangkal berkekuatan besar itu menyebabkan puluhan titik longsor, patahan di badan jalan, dan merusak jembatan pada jalur strategis Trans Flores yang menghubungkan Labuan Bajo, Ende, sampai Maumere.

Baca Juga: Polda Papua Tengah Tangani Penyanderaan 9 Orang di Distrik Jila

​”Jalan adalah urat nadi penanganan bencana. Ketika jalan terputus, bantuan ikut terhambat. Ketika akses kembali terbuka, harapan dapat bergerak menuju desa-desa terdampak,” kata Jemmy.

Untuk itu, Kementerian PU mengerahkan puluhan alat berat dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT. Dia memastikan, 9 ruas jalan nasional terdampak gempa sudah berhasil difungsikan kembali. Sementara titik longsor sudah ditangani sebanyak 40 persen.

​Jemmy pun menekankan pentingnya pembukaan akses jalan tersebut sebagai jalur logistik kemanusiaan. ​Selain infrastruktur jalan, Kementerian PU juga concern pada penyediaan air bersih dan sanitasi untuk mencegah timbulnya krisis kesehatan di lokasi pengungsian.

Jaringan perpipaan SPAM IKK Nangaba di Kabupaten Ende yang sempat rusak saat ini telah selesai diperbaiki dan kembali mengalirkan air. Sementara di daerah terisolasi seperti Pulau Palue, pasokan tandon air dan pemeriksaan sumur bor terus dimaksimalkan oleh Kementerian PU.

Baca Juga: PSS Sleman Dapat Bek Baru, Christophe Nduwarugira Ungkap Alasan Gabung Super Elang Jawa

Lebih lanjut, Jimmy menyampaikan bahwa instansinya sudah memobilisasi tim teknis untuk memverifikasi keandalan struktur bangunan publik. Mulai rumah sakit, sekolah, dan gedung pemerintah. Semua dilakukan sebelum bangunan-bangunan itu kembali digunakan.

”Kehadiran negara harus dapat dirasakan melalui jalan yang kembali terbuka, air bersih yang sampai ke pengungsian, rumah sakit yang dipastikan aman, serta infrastruktur dasar yang segera berfungsi kembali,” bebernya.

Pada saat bersamaan turut dilakukan pemantauan ketat terhadap stabilitas bendungan dan perbaikan jaringan irigasi yang tertutup longsor. Misalnya di Daerah Irigasi Wae Laku di Manggarai Timur, jajaran Kementerian PU terus bekerja untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat pascabencana.

Kementerian PU berkomitmen proses rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah terdampak gempa NTT tidak sekadar mengembalikan kondisi fisik bangunan, melainkan turut menerapkan standar ketahanan gempa yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

​”Infrastruktur adalah jalan bagi negara untuk hadir, melindungi, dan memastikan bahwa masyarakat tidak berjalan sendirian menghadapi bencana,” tegasnya.

​Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) korban jiwa pasca gempa tercatat mencapai 72 orang dan 82.691 korban terpaksa mengungsi. Selain itu, ribuan rumah penduduk serta ratusan fasilitas pendidikan, kesehatan, rumah ibadah, hingga jaringan irigasi dilaporkan rusak berat.

EDITOR: Bintang Pradewo