← Beranda
Proyek Tol Kediri-Tulungagung akan Segera Dimulai Dikerjakan pada Awal Januari 2024
Ahmad Riffi Al Hakim• Minggu, 24 Desember 2023 | 20.15 WIB
Pengendara sepeda motor melintas di depan rumah warga Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, yang sudah dibongkar. (Foto: Wahyu Adji/JPRK)

JawaPos.com – Proyek Tol Kediri-Tulungagung akan segera dimulai pengerjaannya. Rencananya proyek ini akan dikerjakan pada awal Januari 2024 akan langsung mengerjakan dua ruas jalan sekaligus.

Kedua ruas tersebut adalah dari kantor PT Gudang Garam TBK ke Bolawen dan dari Bolawen Menuju Bandara Internasional Dhoho Kediri.

Perempatan Bolawen ini berada di Desa Tiron, Kecamatan Banyakan ini renacananya akan menjadi interchange. Yakni pertemuan dari tiga jalan tol.

Selain dua ruas Bolawen ke Kota Kediri dan Bolawen ke Bandara Internasional Dhoho Kediri, kedepan-nya juga akan menjadi Bolawen ke Tulungagung.

Perihal pengerjaan proyek tol ini yang semakin dekat untuk pengosongan lahan dan akan dilanjutkan dengan pemerataan bangunan ini semakin dipercepat.

Sekitar 180 warga kepala keluarga yang terkena dampak dari jalur Bolawen-Bandara Dhoho Kediri ini pada Sabtu (23/12) ini sudah mulai mengosongkan bangunan dan lahan mereka, yang bertempat di Jalan PB Sudirman Tiron.

“Batas waktu pengosongan 23 Desember (kemarin, Red),” terang Suhadi, 54, warga yang rumahnya terdampak. Dikutip Radar Kediri.

Suhadi mengatakan bahwa perihal pemberitahuan pengosongan bangunan dan lahan ini sudah diberitahukan dari dua minggu yang lalu.

Pada Sabtu (23/12) ini menjadi hari terakhir untuk melakukan pengosongan bangunan dan lahan. Selanjutnya akan dilakukan perataan pada tanah dan bangunan yang sudah di kosongkan.

Dilansir Radar Kediri, pengosongan bangunan warga yang terdampak dari proyek tersebut berjalan dengan lancar.

Banyaknya bangunan, dari Masjid Darussalam sampai ke 500 meter ke selatan ini sudah ditinggalkan oleh para warga.

Dari bangunan yang sudah tinggalkan hanya ada tumpukan barang yang belum diangkut oleh para warga ke rumah barunya.

Pada hari terakhir Sabtu (23/12) masih ada beberapa warga yang melakukan aktivitas yakni mengam beberapa bagian rumah mereka, seperti kusen, pintu, sampai batu bata dan genting.

“Kalau saya nanti akan pindah ke belakang bangunan yang sekarang. Sudah beli rumah,” ujarnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan (Kesra) Pemkab Kediri Sukadi mengungkapkan bahwa pengosongan yang dilakukan kemarin Sabtu (23/12) ini menjadi hari terakhir untuk warga Desa Tiron.

“Karena pembangunan tol sudah akan dilakukan bulan depan,” ujar Sukadi.

Sukadi memberitahukan bahwa proyek Tol Kediri-Tulungagung ini akan dimulai dari Desa Tiron. Pada utara perempatan Bolawen ini menjadi interchange Tol Kediri-Tulungagung.

Pengerjaan dari tol ii masih belum semuanya. Hanya mengerjakan dua ruas saja yang akan dikerjakan dalam waktu bersamaan.

Yakni ruas kantor PT Gudang Garam menuju interchange Bolawen dan arah ke Bandara Dhoho Kediri.

Pengerjaan dua ruas ini dilakukan karena sudah sangat memenuhi dari persyaratannya yakni perihal pembebasan lahan.

Pada Kabupaten Kediri, sudah 98 persen yang selesai dari 484 bidang tanah, dan sisanya saat ini dalam proses.

“Kalau pembebasan lahan sudah di atas 80 persen sudah bisa dilakukan pembangunan,” ujarnya.

Sukadi menjelaskan jika proyek tol menuju Bandara Internasional Dhoho Kediri ini tidak terlambat maka akan bisa digunakan pada November 2024.

Untuk ruas dari Tulungagung ke Kediri masih belum terlihat. Karenanya pembebasan lahan tersebut masih belum selesai.

EDITOR: Hanny Suwindari