← Beranda
Hindari Spekulasi, PT KAI Segera Investigasi Anjloknya KA Argo Semeru
Ardha Ihsan Asy'AriKamis, 19 Oktober 2023 | 04.03 WIB
KA Argo Semeru Anjlok di perlintasan Kali Menur Sentolo, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Selasa (17/10)./Jawa Pos

JawaPos.com - PT KAI (Persero) akan melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab insiden anjloknya KA Argo Semeru di perlintasan KM 520 + 4 petak jalan antara Stasiun Sentolo-Stasiun Wates pada Selasa (17/10).

PT KAI akan melibatkan sejumlah pihak seperti Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kementerian Perhubungan, dan kepolisian.

Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo menyatakan investigasi perlu dilakukan agar diketahui secara pasti penyebab anjloknya kereta tersebut dan menghindari berbagai spekulasi.

"Terlalu dini kalau menyampaikan penyebabnya, kita akan investigasi bersama direktur keselamatan (perkeretaapian) dan KNKT,” katanya saat meninjau lokasi anjloknya KA Argo Semeru Rabu (18/10) seperti dikutip dari Radar Jogja.

“Salah satunya cuaca panas harus kita waspadai, (pengaruhnya) kan rel ini, dari besi itu yang mungkin kita harus waspadai," lanjutnya.

Didiek menegaskan pihaknya sudah memastikan kereta api dalam kondisi baik dan layak jalan.

Kedua masinis dari kereta Argo Semeru dan Argo Wilis yang menyenggol kereta anjlok itu juga sudah diperiksa.

"Keduanya menyatakan tidak ada peningkatan kecepatan kereta, jadi sudah sesuai standar," imbuhnya.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, berselang 10 menit pasca KA Argo Semeru mengalami anjlok, melintaslah KA Argo Wilis.

Masinis KA Argo Wilis pun sempat melakukan pengereman maksimal dari kecepatan 78 kilometer per jam saat itu.

Namun, karena jarak dengan kereta anjlok hanya sekitar 600 meter, maka senggolan pun tidak bisa dihindari. Apalagi situasi jalur perlintasan dalam keadaan melengkung.

"Jadi masinis sudah mengambil langkah penyelamatan yang optimal untuk menjaga agar kejadian tidak lebih parah," jelasnya.

Pasca kejadian itu kereta api yang sudah bisa melintas jalur tempat terjadinya insiden itu dibatasi kecepatannya menjadi 40 kilometer per jam dari kecepatan maksimal 80 kilometer per jam karena daerah lengkung.

"Kita lagi bereskan prasarana kita, kita juga akan melakukan perjalanan dengan batas keselamatan. Ini jalur disini kita selesaikan, kita ukur sehingga sampai batas kecepatan bisa 20-40 kilometer per jam," terangnya.

Maka dari itu, pihaknya bersama-sama dengan Direktur Keselamatan Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub dan KNKT akan melakukan investigasi penyebab insiden tersebut.

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya atas terganggunya perjalanan para penumpang yang saya hormati. Namun kereta api akan terus melakukan upaya yang maksimal," pungkasnya.

Direktur Keselamatan Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub, Erni Basri mengatakan, penyebab insiden anjlokan KA Argo Semeru masih menunggu hasil investigasi yang hingga kini masih berjalan.

"Atas kejadian ini kita harus melakukan investigasi apa penyebabnya tapi pada intinya seluruh jaringan perkeretaapian beroperasi memenuhi standar-standar keselamatan," ujar Erni.

Ia juga menyebut, sesuai SOP, masinis dan seluruh kru telah memiliki smart card atau tanda telah tersertifikasi dan dianggap kompeten untuk berdinas.

"Dari sisi prasarana juga selalu melakukan perawatan bersama operator kita, sementara dari sisi sarana ada sertifikat dan masih berlaku," tutup Erni.

EDITOR: Hanny Suwindari