JawaPos.com - Bella Hadid dikabarkan dipecat oleh Dior akibat dukungannya yang begitu kentara terhadap Palestina. Dugaan ini muncul di kalangan netizen di media sosial dan Bella Hadid disebut-sebut digantikan oleh model Israel,May Tager.
Informasi yang berkembang di media sosial ini ternyata tidak benar. The Associated Press melakukan konfirmasi terhadap orang di internal Dior, menyatakan bahwa tidak ada kaitannya sikap Bella Hadid dukung Palestina dengan diakhirinya kerja sama dengan Dior.
Sumber yang enggan menyebutkan namanya menyatakan, kontrak Bella Hadid dengan Dior sudah resmi berakhir pada Maret 2022. Itu artinya keduanya sudah pisah jauh sebelum konflik antara Israel dengan Hamas terjadi baru-baru ini.
Sumber itu juga mengatakan, May Tager sudah muncul dalam kampaye Dior sejak tahun 2002, bukan cuma dalam kampanye liburan Dior pada tahun 2023 ini.
Baca Juga: Fakta Baru Mengejutkan! Ternyata Supermodel Bella Hadid Sudah Tinggalkan Dior Lebih Dahulu
Bukti kuat sikap Bella Hadid tak mempengaruhi posisinya sebagai bagian dari iklan kampanye Dior, supermodel keturunan Palestina sudah menyatakan sikap atas dukungannya ke Paestina sejak beberapa tahun silam. Dan posisinya tak ada masalah sama sekali di Dior.
"Faktanyaa, Hadid, yang ayahnya adalah orang Palestina, telah berulang kali melontarkan pernyataan publik yang mengkritik pemerintah Israel dan mendukung Palestina sejak ia ditunjuk sebagai duta merek riasan Dior pada tahun 2016," tuturnya.
Sumber tersebut juga menyatakan, alasan Dior tidak memperpanjang kerja sama dengan Bella Hadid setelah kontraknya berakhir pada Maret 2022 berdasarkan keputusan komersial. Posisi Hadid kemudian dihantikan oleh sejumlah model, bukan hanya oleh Tager.
Lebih lanjut, klaim bahwa Dior mencampakkan Bella Hadid karena pro Palestina bukan kali ini saja terjadi. Hal serupa kabarnya juga sempat beredar pada Maret 2021 silam. Namun beberapa bulan kemudian, Bella Hadid mempromosikan riasan Dior untuk sebuah acara di Festival Film Cannes.