← Beranda
Bacaan Misa Gereja Katolik Minggu, 7 Juni 2026: Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus
Alberta Dionny NatanuelMinggu, 7 Juni 2026 | 02.17 WIB
Foto cawan anggur dan mangkok tembaga berisi roti komuni / Pexels

JawaPos.com - Minggu (7/6) ini para umat Katolik akan berkumpul di gereja mereka untuk mengadakan ibadah, atau misa, rutin mingguan mereka. Minggu ini mereka merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. 

Walaupun hari ini merupakan agenda besar dalam kalender liturgi gereja, para umat Katolik akan merayakannya dengan mengadakan misa untuk memperingatinya. 

Pada setiap misa akan dibacakan setidaknya tiga bacaan dari Alkitab. Ketiga bacaan ini kemudian menjadi bahan renungan misa hari itu. 

Ketiga bacaan ini memiliki sebutan Bacaan Pertama, Bacaan Kedua dan Bacaan Injil. 

Bacaan Pertama

Ulangan 8:2-3,14b-16a

Di padang gurun seberang Sungai Yordan, berkatalah Musa kepada umat Israel, “Ingatlah akan seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak Tuhan, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun itu. Maksud Tuhan ialah merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. Jadi Tuhan merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari segala yang diucapkan Tuhan. Ingatlah selalu pada Tuhan, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, Dialah yang memimpin engkau

melalui padang gurun yang luas dan dahsyat itu, dengan ular-ularnya yang ganas serta kalajengkingnya, dengan tanahnya yang gersang, yang tidak ada airnya. Dialah yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras. Dialah yang di padang gurun memberi engkau makan manna, yang tidak dikenal oleh nenek moyangmu.” 

Bacaan Kedua

1 Korintus 10:16-17

Saudara-saudaraku terkasih, bukankah piala syukur yang kita syukuri merupakan persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita bagi-bagi merupakan persekutuan dengan tubuh Kristus? Karena roti itu hanya satu, maka kita ini, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu. 

Madah Ekaristi

  • Puji, Sion, Penyelamatmu,
    Penuntun dan Gembalamu,
    Dengan puji-pujian.
    Puji sekuat jiwamu
    Dia luhur tak tertiru
    Puji takkan sepadan.
    Yang kupuji hari ini
    Roti hidup menghidupi
    Itulah hidangannya.
    Hidangan di malam suci
    Murid-murid yang membagi
    Namun tetaplah utuh.
    Nyaringkanlah sorak dan sorai
    dengan lagu nan gemulai
    Jiwa penuh gembira.
    Karna kini hari perayaan
    Pesta-Malam yang diperkenankan
    Jamuan yang semua.
    Jamuan Raja yang baru
    Paskah baru, Hukum baru
    Jamuan yang lama silam.
    Lama berganti baru
    Kini lambang tak perlu
    Terang menghalau malam.
    Tindakan Kristus di malam
    Hendaklah diulang-ulang
    untuk mengenangkan-Nya.
    Taatkan ajaran suci
    Hidangan anggur dan roti
    Jadi persembahannya.
    Ajaran iman rohani
    Ialah daging dari roti
    Anggurnya jadi Darah.
    Tak memegang tak memandang
    Imanmu pun tak menentang
    Karena rahasia.
    Tampak dalam dua ragam
    Di dalam ragam terpendam
    Beda yang mahamulia
    Daging Darah nan tersuguh
    Namun tetap Kristus utuh
    Dalam kedua rupa.
    Dimakan pun tak terbelah
    Tak terpecah tak terpisah
    Utuh kita terima.
    Satu atau pun seribu
    Yang menyambut dapat satu
    Tertelah tak binasa.
    Baik jahat pun menyambut
    Tapi hidup atau maut
    berlainan hasilnya.
    Kematian kehidupan
    Biar sama penyambutan
    Lain kejadiannya.
    Walaupun Hosti terpecah
    Jangan bimbang, ingatkanlah:
    Isi remah tak berubah
    Dengan utuh sepadan.
    Tak ada pisah dan belah
    Semu saja yang terpecah
    Intinya tanpa berubah
    Inti tak terkurangkan.

  • Lihatlah Roti Malaikat
    menjadi santapan umat
    Sungguh Roti para putera
    Anjing jangan diberi.
    Lambang pada zaman silam
    Ishak nyaris ditikam
    Dan anak domba paskahan
    Serta manna di gurun.
    Gembalaku, Roti jati
    Yesus, kasihanilah kami!
    Jagailah kami ini
    Lihatkan bahagia nanti
    Dalam alam hayatun.
    Kau yang tahu dan kuasa
    Penggembala manusia
    Kumpulkanlah kami di surga
    Jadikan waris nan mulia
    Bersama para kudus.
    Amin. Alleluya.

Bacaan Injil

Yohanes 6:51-58

Di rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada orang banyak, “Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya. Dan roti yang Kuberikan ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

Orang-orang Yahudi bertengkar antar mereka sendiri dan berkata, “Bagaimana Yesus ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan!” Maka kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya, jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal, dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan, dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku, dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa memakan Aku, ia akan hidup oleh Aku. Inilah roti yang telah turun dari surga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka mati. Siapa saja yang makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.”

EDITOR: Setyo Adi Nugroho