← Beranda
Selamat Hari Raya Paskah! Mengenal Lebih Dekat Hari Raya Minggu Paskah di Gereja-Gereja Kristen
Alberta Dionny NatanuelSenin, 6 April 2026 | 03.16 WIB
Foto anyaman salib dari daun palma di atas Alkitab yang terbuka (Pexels)

JawaPos.com - Hari Minggu (5/4) ini, gereja Kristen akhirnya mengakhiri masa berpantang dan dapat merayakan Hari Raya Paskah setelah 40 hari lamanya. Hari raya ini merupakan salah satu hari raya besar mereka, bersamaan dengan Hari Natal. 

Hari raya ini merupakan hari untuk mengenang kebangkitan Yesus Kristus, Tuhan para umat Kristen, dari kematian-Nya, sehingga menjadikan hari raya ini menjadi perayaan meriah yang bahagia. 

Dalam hari ini, gereja biasanya akan mengadakan berbagai kegiatan yang dapat dilakukan oleh umat-umatnya, terutama anak-anak, seperti berburu telur paskah. 

Baca Juga: Khidmat dan Tenang, Ribuan Jemaat Ikuti Misa Paskah di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Surabaya

Menurut Alkitab

Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, Kitab-Kitab Injil menuliskan peristiwa Kebangkitan Yesus Kristus, namun setiap kitab memiliki detail yang berbeda-beda mengenai siapa dan dimana Ia terlihat. 

Menurut Injil Matius, malaikat muncul di depan Maria Magdalena dan Maria yang lain lalu menunjukkan makam kosong kepada mereka. Dan memerintahkan mereka untuk memberi tahu para murid untuk pergi ke Galilea. 

Dalam Injil Markus, tidak ada kisah spesial mengenai Kebangkitan Yesus. Kitab tersebut diakhiri dengan makam kosong. 

Lukas menuliskan bahwa ketika para murid masih berada di Yerusalem, para wanita (Maria Magdalena, Yohana, Maria ibu Yakobus, dan perempuan-perempuan lain) mendapati bahwa makam Yesus terbuka dan kosong. Dua laki-laki dengan pakaian berkilau memberitahu mereka bahwa Yesus telah bangkit. Lalu dituliskan bahwa Yesus menunjukkan diri-Nya kepada dua pengikut-Nya, kemudian kepada Petrus, selanjutnya kepada para murid. 

Menurut Yohanes, Yesus menunjukkan diri-Nya di Galilea dan Yerusalem. Sedangkan dalam Kisah Para Rasul diceritakan lebih panjang dan mendetail lagi daripada Lukas. 

Pemilihan Tanggal

Dilansir dari History, Hari Raya Paskah dirayakan pada tanggal 5 April tahun ini, namun setiap tahun perayaan ini jatuh di tanggal yang berbeda-beda. 

Semua hari raya dalam Masa Paskah, seperti Rabu Abu, Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci dan Minggu Paskah tidak memiliki tanggal pasti kapan akan dirayakan. 

Pada abad keempat masehi, Gereja Kristen menetapkan bahwa Paskah harus dirayakan pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama ekuinoks musim semi. 

Dalam Gereja Kristen Barat, seperti Katolik Roma, yang mengikuti Kalender Gregorian, menurut perkiraan tersebut berarti Paskah selalu jatuh pada hari Minggu antara tanggal 22 Maret dan 25 April. 

Sedangkan di Gereja Timur atau Ortodoks, yang masih mengikuti Kalender Julian, Paskah mereka jatuh pada sekitar 4 April hingga 8 Mei setiap tahunnya. 

Bagi beberapa aliran Kristen lainnya, seperti Protestan, Minggu Paskah menjadi hari pertama Masa Paskah, atau Musim Paskah. Periode ini berakhir dalam 50 hari yang dirayakan pada Hari Pentakosta. 

Perayaan 

Dilansir dari Catholic, ketika titik puncak perayaan Gereja Katolik berada di Vigili Paskah, atau Sabtu Suci, yang biasa dilaksanakan pada tengah malam, Gereja Protestan biasanya melaksanakan ibadah Paskah mereka pada saat matahari terbit. 

Pada tahun 1955, Gereja Katolik Roma memajukan jam ibadah Vigili Paskah mereka pada pukul 10 malam. Dengan begitu, mereka dapat langsung mengadakan ibadah Paskah setelahnya pada tengah malam. 

Paskah merupakan pusat dari sebagian besar agenda gerejawi. Setelah ini, gereja akan merayakan Pentakosta, atau Hari Kenaikan Yesus ke Surga, yang tanggalnya juga tidak tetap. 

Asal Kata Easter

Santo Beda Venerabilis, penulis buku Historia ecclesiastica gentis Anglorum, menjelaskan bahwa kata bahasa Inggris easter berasal dari Eostre, atau Eostrae, dewi musim semi dan kesuburan dari mitologi Anglo-Saxon. 

Namun sejarawan lainnya memiliki teori bahwa kata easter berasal dari kata bahasa Latin alba, yang berarti fajar, kata tersebut berubah menjadi eostarum dalam bahasa Germanik Kuno, akar dari bahasa Inggris modern. 

Baca Juga: Bacaan Misa Gereja Katolik Minggu, 5 April 2026: Hari Raya Paskah

EDITOR: Candra Mega Sari