JawaPos.com – Pada bulan Muharam, banyak sekali amalan yang dapat dilakukan oleh umat muslim untuk mendapatkan pahala. Salah satunya adalah melakukan puasa asyura dan puasa tasua.
Dalam Islam, puasa Asyura memiliki makna sejarah yang terkait dengan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah umat manusia. Seperti Nabi Musa AS dan kaumnya yang diselamatkan dari kejaran Fir'aun.
Selain itu, puasa ini juga merupakan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk penghormatan kepada nabi-nabi Allah SWT, termasuk Nabi Musa AS. Puasa tersebut dapat dilaksanakan terutama pada 9 dan 10 Muharram dan dikenal dengan puasa Tasua dan Asyura.
Puasa Asyura adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriyah. Sedangkan Puasa Tasua adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 9 Muharram dalam kalender Hijriyah.
Sebelum melakukan puasa Asyura, ada baiknya untuk melakukan puasa tasua terlebih dahulu. Puasa tersebut merupakan puasa sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Dikutip dari laman mui.or.id Rabu (26/7), adapun niat melakukan puasa Tasua dan puasa Asyura sebagai berikut:
Niat Puasa Tasua
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adai sunnatit Tasu’ai lillahi Ta’ala.
Artinya: "Saya niat puasa Tasua, sunah karena Allah Ta’ala."
Niat Puasa Asyura
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adai sunnati Asyurai lillahi Ta’ala.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”
Keutamaan Puasa Asyura
Mengerjakan amalan sunnah puasa Asyura memiliki keutamaan yang luar biasa, diantaranya:
1. Puasa paling utama
Puasa asyura merupakan puasa sunnah pada bulan Muharram. Sedangkan puasa di bulan Muharram merupakan puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan. Hal ini sebagaimana disebutkan Rasulullah saw dalam sebuah hadistnya, “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR Muslim).
2. Menghapus dosa setahun sebelumnya
Keutamaan mengerjakan puasa sunnah pada hari Asyura atau tanggal 10 Muharram yaitu dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu. Hal itu dijelaskan dalam hadist, “Puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).
3. Puasa yang diutamakan oleh Rasulullah
Puasa asyura merupakan puasa yang Rasulullah utamakan dan istimewakan. Memiliki keutamaan karena bulan pertama ini termasuk ke dalam empat bulan-bulan mulia atau al-asyhurul hurum, selain Rajab, Dzulqa'dah, dan Dzulhijjah. Sehingga Rasulullah saw menganjurkan kita untuk berpuasa di empat bulan mulia itu. Sebagaimana disampaikan dalam hadits, “Puasalah bulan Sabar (Ramadhan) dan tiga hari setelahnya, dan puasalah pada bulan-bulan mulia.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan lainnya).