← Beranda
Hubungan Indonesia-Korea Utara Makin Erat, Ini Buktinya!
AdministratorMinggu, 26 November 2017 | 01.25 WIB
Upacara penyematan Bintang Kehormatan Persahabatan Korea Utara-Indonesia

JawaPos.com - Persahabatan Indonesia dan Republik Demokratik Rakyat Korea semakin harmonis. Masyarakat kedua negara diharapkan terus meningkatkan dan memperkuat hubungan persahabatan yang dibangun oleh Presiden Sukarno dan Presiden Kim Il Sung.


Hal itu disampaikan Dutabesar Republik Rakyat Demokratik Korea An Kwang Il dalam upacara penyematan Bintang Kehormatan Persahabatan di Universitas Bung Karno (UBK), Jumat (24/11).


Bintang Kehormatan Persahabatan disematkan kepada Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea, Ristiyanto. Sebetulnya penyematan dilakukan pada bulan Agustus lalu di Pyongyang. Namun, saat itu Ristiyanto berhalangan hadir.
Hadir dalam upacara penyematan itu Rektor UBK Soenarto dan beberapa pejabat UBK, juga Sekjen Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea yang juga Wakil Rektor UBK Teguh Santosa.


Seperti Ristiyanto, Wakil Rektor UBK Teguh Santosa juga mendapat Bintang Kehormatan Persahabatan dari pemerintah Korea Utara. Bintang untuk Teguh disematkan di Pyongyang bulan Agustus lalu.


"Ini adalah tanda terima kasih kami atas bakti Bapak Ristiyanto dalam menjalin persahabatan dengan bangsa Korea," ujar Dubes An.


Menurut An, hubungan persahabatan Indonesia dan Korea sangat istimewa dan sudah belangsung sejak lama. Sejak itu, hubungan persahabatan tidak mengalami perubahan walau situasi dunia penuh tantangan.


"Hubungan terus akrab sepanjang musim, berkat kebijakan pemerintah kita yang selalu mementingkan hubungan bilateral kedua bangsa," paparnya.


Sementara itu, Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea, Ristiyanto mengatakan dirinya akan bekerja lebih keras lagi untuk meningkatkan persahabatan di antara kedua bangsa seperti yang dirintis Presiden Sukarno dan Presiden Kim Il Sung. "Harapan kami semua, agar masyarakat Indonesia dan Korea bekerja sama menghadapi kekuatan imperialisme yang ingin menghancurkan perdamaian dunia," tegas Ristiyanto.

EDITOR: Administrator