← Beranda
Fakta Medis Puasa Ramadhan yang Jarang Diketahui, Terkandung 5 Hikmah Sahur Bagi Kesehatan
Juwanda Olivia SyafitriMinggu, 8 Maret 2026 | 18.48 WIB
Ilustrasi santap sahur/freepik

 

JawaPos.com – Sahur merupakan rangkaian awal dari ibadah puasa. Baik puasa Ramadhan maupun puasa sunnah lainnya. Ternyata secara medis, sahur itu memiliki lima manfaat. Selama ini masyarakat awam masih banyak belum mengetahuinya.

Menurut hasil penelitian para ilmuwan, terjadi fenomena perubahan metabolisme selama bulan suci bagi yang berpuasa. Lewat rutinitas puasa Ramadhan, ada beberapa hikmah dari sahur yang jarang terungkap secara ilmiah. 

  1. Menjaga Performa Kognitif Otak Siang Hari

Makan mendekati waktu imsak ternyata sangat berpengaruh pada daya ingat dan konsentrasi. Hal itu terbukti dari sebuah penelitian kesehatan tentang performa para atlet remaja. Tubuh manusia rupanya membutuhkan cadangan energi yang segar untuk berpikir jernih.

Dilansir jurnal kesehatan NCBI, Mengakhirkan waktu makan fajar terbukti mencegah penurunan fokus pada siang dan sore hari. Otak manusia sangat bergantung pada suplai glukosa yang didapat dari makanan tersebut.

"Hasil kami menunjukkan manfaat makan sahur yang terlambat dalam menjaga kemampuan kognitif pagi yang optimal. Hal ini mencegah gangguan apa pun selama keadaan puasa di tengah hari atau sore hari. Kondisi tersebut memengaruhi fluktuasi diurnal fungsi kognitif yang berdampak pada kinerja secara keseluruhan." begitu pernyataan Tim Peneliti dalam Jurnal Medis NCBI.

Baca Juga: 5 Zodiak Ini Diramalkan Dijenguk Rezeki Tak Terduga di Akhir Bulan Puasa 2026, Nasibnya Bisa Berbalik Drastis

2. Mengoptimalkan Proses Pembakaran Lemak Tubuh

Selain menjaga fungsi otak, makan sebelum subuh juga merangsang pergeseran bahan bakar tubuh. Pada pagi hari, tubuh manusia memang masih menggunakan karbohidrat sebagai energi utama. Namun, perlahan sistem tubuh akan beralih membakar tumpukan lemak seiring berjalannya waktu.

Informasi kesehatan mengenai perubahan metabolisme ini dilansir dari dalam publikasi MDPI Nutrients. Dalam publikasi itu menemukan bahwa oksidasi lipid atau pembakaran lemak justru meningkat menjelang sore. Proses alami ini sangat menguntungkan bagi yang ingin menjaga berat badan ideal.

Perubahan sumber energi ini membuat tubuh tidak mudah lemas meski perut kosong. Makanan fajar yang sehat menjadi kunci agar proses pembakaran ini berjalan mulus. Oleh karena itu, pilihlah menu bergizi seimbang yang kaya serat dan protein.

Baca Juga: 5 Langkah Tepat Menjaga Kesehatan Ginjal Saat Puasa Ramadhan agar Tetap Optimal

3. Menstabilkan Laju Metabolisme Istirahat Harian

Metabolisme istirahat adalah energi yang dibakar tubuh saat sedang rebahan santai. Banyak yang mengira laju metabolisme ini akan langsung anjlok saat berpuasa. Padahal asupan nutrisi fajar yang tepat bisa mencegah penurunan tersebut secara drastis.

Laju metabolisme istirahat rupanya tetap terjaga dengan baik berkat adaptasi hormon pencernaan. Tubuh manusia ternyata sangat pintar dalam mengatur pengeluaran energi saat tidak ada makanan.

Kondisi ini menjelaskan mengapa berat badan seseorang bisa tetap stabil selama sebulan. Kuncinya ada pada kualitas nutrisi yang masuk ke perut saat dini hari. Jika asupan gizinya bagus, mesin pembakar kalori di tubuh akan tetap bekerja optimal.

4. Mempertahankan Keseimbangan Cairan Secara Alami

Banyak orang khawatir akan mengalami dehidrasi parah saat tidak minum seharian penuh. Ternyata, minum air yang cukup saat dini hari memicu adaptasi homeostasis yang hebat. Tubuh akan secara otomatis mengatur ulang perputaran cairan agar kita tidak kekeringan.

Fakta tentang sistem hidrasi pintar ini juga dilansir dari temuan riset MDPI. Meskipun indikator perputaran air meningkat, total cairan di dalam tubuh kita tetap terjaga. Tidak ada efek buruk pada kesehatan yang berhubungan langsung dengan kondisi kekurangan cairan ini.

Organ ginjal kita bekerja lebih efisien dalam menahan air keluar melalui urine. Hal ini membuat kita tetap bisa beraktivitas normal meski matahari sedang terik. Itulah sebabnya jangan pernah lupa meneguk air putih yang cukup sebelum waktu imsak.

Baca Juga: 5 Strategi Ampuh Menjaga Kesehatan Kulit Saat Puasa Ramadhan Agar Tetap Glowing

5. Menyesuaikan Ulang Ritme Jam Biologis

Bangun di sepertiga malam terakhir memang merombak pola tidur harian secara drastis. Namun, perubahan rutinitas ini justru melatih tubuh untuk beradaptasi dengan ritme baru. Waktu istirahat yang terpotong perlahan digantikan dengan penyesuaian aktivitas yang lebih sehat.

Meskipun durasi tidur sedikit berkurang, rutinitas ini membantu menyeimbangkan ulang hormon di dalam tubuh. Efisiensi istirahat tubuh tetap bisa dijaga asalkan kita memiliki jadwal yang konsisten.

Pada akhirnya, semua proses biologis ini membuktikan betapa hebatnya adaptasi tubuh manusia. Jangan jadikan rasa kantuk sebagai alasan untuk melewatkan hidangan penuh berkah ini. Mari jadikan ibadah kita lebih sehat dan bermakna dengan kebiasaan yang baik.

EDITOR: Ilham Safutra