← Beranda
7 Sunnah Nabi Saat Berbuka Puasa, Mulai Menyegerakan Berbuka hingga Membaca Doa
Emilia Nailun NajaMinggu, 8 Maret 2026 | 06.14 WIB
Ilustrasi berbuka puasa sesuai sunnah Rasul. (Istimewa)

 

 

JawaPos.com-Bulan Ramadhan menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, salah satunya melalui puasa yang dijalankan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Setelah menahan lapar dan dahaga sepanjang hari, waktu berbuka puasa tentu menjadi saat yang paling dinantikan.

Namun dalam ajaran Islam, berbuka puasa tidak sekadar dimaknai sebagai waktu untuk makan dan minum. Rasulullah SAW memberikan contoh adab serta amalan yang dianjurkan ketika berbuka puasa agar momen tersebut juga bernilai ibadah.

Sejumlah sunnah tersebut diriwayatkan dalam berbagai hadis Nabi dan dijelaskan dalam literatur keislaman. Dengan mengamalkannya, umat Islam dapat meneladani kebiasaan Nabi Muhammad SAW dalam menyempurnakan ibadah puasa.

Berikut tujuh sunnah Nabi saat berbuka puasa yang dapat diamalkan umat Islam.

1. Menyegerakan Berbuka

Salah satu sunnah yang dianjurkan adalah menyegerakan berbuka setelah waktu Maghrib tiba. Umat Islam tidak dianjurkan menunda berbuka apabila telah yakin waktu Maghrib telah masuk.

Anjuran ini dikenal dengan istilah ta’jil al-fithr, yaitu segera membatalkan puasa begitu waktunya tiba.

 

2. Berbuka dengan Kurma

Rasulullah SAW mencontohkan berbuka puasa dengan kurma. Hal ini diriwayatkan dalam hadis dari Anas bin Malik.

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah). Jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Jika tidak ada juga, beliau meminum beberapa teguk air.” (HR Abu Dawud No. 2356).

Selain itu, Dokter Ahmad Abdurrauf Hasyim dalam kitab Ramadhan wath Thibb menjelaskan bahwa makanan atau minuman yang mengandung gula dan cairan lebih mudah diserap tubuh setelah berpuasa seharian.

 

3. Minum Air Putih Jika Tidak Ada Kurma

Jika tidak tersedia kurma, Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk berbuka dengan air putih.

Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan, “Jika tidak mendapatkan kurma, maka berbukalah dengan air, karena sesungguhnya air itu suci dan membersihkan.”

Air putih dapat membantu mengembalikan cairan tubuh setelah seharian berpuasa.

 

4. Membaca Basmalah sebelum Makan atau Minum

Sebelum menyantap makanan atau minuman berbuka, umat Islam dianjurkan membaca basmalah.

Hal ini berdasarkan hadis dari Umar bin Abi Salamah. “Wahai anak, sebutlah nama Allah (bacalah Bismillah), makanlah dengan tangan kananmu…” (HR Bukhari dan Muslim).

Membaca Bismillah menjadi bagian dari adab makan dalam Islam sekaligus bentuk syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT.

 

5. Membaca Doa Berbuka Puasa

Setelah membatalkan puasa, umat Islam dianjurkan membaca doa berbuka.

Salah satu doa yang diriwayatkan adalah:

Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah.

Artinya: “Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah.”

Doa ini diriwayatkan dalam hadis sahih oleh Abu Dawud nomor 2357 dan juga oleh An-Nasa’i. Waktu berbuka puasa juga dikenal sebagai salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa.

 

6. Berbuka sebelum Shalat Maghrib

Rasulullah SAW mencontohkan untuk berbuka terlebih dahulu sebelum melaksanakan shalat Maghrib, meskipun hanya dengan makanan ringan seperti kurma atau air.

Tujuannya agar seseorang dapat melaksanakan shalat dengan lebih tenang dan tidak terganggu oleh rasa lapar.

Dalam hadis disebutkan, “Jika makan malam telah dihidangkan dan shalat ditegakkan, maka dahulukanlah makan malam.” (HR Bukhari No. 5463 dan Muslim No. 557).

Baca Juga: Resep Sop Buah Spesial: Segar dan Menyehatkan sebagai Hidangan Penutup Istimewa untuk Takjil Berbuka Puasa

7. Mengonsumsi Kurma dalam Jumlah Ganjil

Salah satu kebiasaan yang dianjurkan adalah mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil, seperti tiga, lima, atau tujuh butir.

Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak berangkat untuk melaksanakan salat Idulfitri sebelum memakan beberapa butir kurma dalam jumlah ganjil. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan