← Beranda
6 Tips Cerdas Memilih Menu Berbuka Ramah Lambung agar Puasa Ramadhan Tetap Nyaman
Risma Aris MayaJumat, 6 Maret 2026 | 13.50 WIB
Kentang rebus adalah salah satu menu berbuka yang ramah lambung (freepik)

JawaPos.com – Bulan suci Ramadhan adalah momen istimewa untuk meningkatkan ibadah sekaligus memperbaiki pola makan. Namun memilih menu berbuka puasa yang kurang tepat bisa memicu gangguan lambung seperti perih dan asam naik.

Setelah berjam-jam menahan lapar dan haus, kondisi lambung menjadi lebih sensitif. Karena itu, penting memilih menu berbuka yang ramah lambung agar ibadah tetap nyaman.

Menurut Mayo Clinic, lambung kosong dalam waktu lama dapat meningkatkan produksi asam sehingga berisiko menimbulkan rasa tidak nyaman jika langsung diberi makanan berat atau pedas. Pola makan yang tepat membantu mencegah gangguan tersebut.

Selain itu, Cleveland Clinic menyarankan memilih makanan yang mudah dicerna dan tidak terlalu berlemak untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Baca Juga: Ramadhan ke-15: Panduan Jadwal Buka Puasa Hari Ini, 5 Maret 2026 untuk Wilayah Kota Jawa Barat

Berikut beberapa tips memilih menu berbuka puasa ramah lambung sebagaimana dilansir dari laman Harvard Medical School dan John Hopkins Medicine, Jumat (6/3) :

1.     Awali berbuka dengan porsi kecil dan ringan

Saat adzan Maghrib berkumandang,hindari langsung makan besar. Mulailah dengan porsi kecil agar lambung beradaptasi.

Menurut Harvard Medical School, makan dalam porsi kecil membantu sistem pencernaan bekerja lebih stabil dan mencegah lonjakan asam lambung. Cara ini sangat efektif menjaga kenyamanan perut.

Anda bisa memulai dengan kurma dan air putih hangat. Menu sederhana ini membantu mengembalikan energi secara bertahap. Setelah itu, beri jeda sebelum menyantap makanan utama. Pola ini membuat lambung tidak kaget setelah seharian kosong.

2.     Pilih karbohidrat kompleks yang mudah dicerna

Karbohidrat kompleks lebih stabil bagi lambung dibanding makanan tinggi gula sederhana. Selain itu, jenis ini memberi energi lebih tahan lama.

John Hopkins Medicine menjelaskan bahwa makanan berserat membantu pencernaan bekerja lebih optimal. Serat juga mencegah gangguan lambung.

Anda bisa memilih nasi merah, kentang rebus atau bubur nasi hangat. Selain itu hindari langsung mengonsumsi gorengan manis berlebihan.

3.     Hindari makanan terlalu pedas dan asam

Makanan pedas memang menggugah selera tetapi bisa memicu iritasi lambung terutama setelah berpuasa seharian.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, makanan pedas dan asam dapat memperparah gejala gangguan lambung pada sebagian orang. Karena itu perlu dibatasi saat berbuka.

Sebaiknya kurangi sambal berlebihan saat berbuka dan pilih rasa gurih yang lebih ringan dan aman.

4.     Batasi makanan berlemak tinggi

Gorengan memang sering menjadi menu favorit berbuka puasa. Namun makanan tinggi lemak memperlambat pengosongan lambung. 

Cleveland Clinic menyebutkan bahwa makanan berlemak dapat memicu rasa penuh dan meningkatkan risiko asam lambung naik.

Jika ingin menikmati gorengan maka perlu dibatasi jumlahnya. Intinya jangan menjadikannya menu utama berbuka.

5.     Hindari minuman bersoda dan berkafein berlebihan

Minuman bersoda dapat meningkatkan tekanan dalam lambung. Hal ini berisiko memicu rasa tidak nyaman. Mayo Clinic menjelaskan bahwa kafein dan karbonasi dapat memperparah gejala refluks asam. Karena itu, sebaiknya dibatasi.

Pilih air putih, air kelapa alami atau teh hangat tanpa kafein. Minuman semacam ini lebih bersahabat bagi lambung.

6.     Makan secara perlahan dan tidak terburu-buru

Pada dasarnya cara makan pasalnya memengaruhi kesehatan lambung.Artinya makan terlalu cepat membuat udara ikut tertelan.

Menurut John Hopkins Medicine, makan perlahan membantu proses pencernaan lebih optimal. Kebiasaan ini baik diterapkan saat berbuka.

Jadi nikmati makanan secara perlahan sambil bersyukur dan hindari langsung makan dalam jumlah besar.Dengan ritme makan yang tenang, lambung bekerja lebih ringan maka risiko kembung pun berkurang.***

EDITOR: Setyo Adi Nugroho