JawaPos.com - Bulan ramadhan merupakan ladang untuk mencari pahala sebanyak-banyaknya. Setiap ibadah, adab, dan kebaikan yang dijalankan di bulan puasa, akan dilipat gandakan oleh Allah SWT.
Termasuk saat menyantap makanan berbuka puasa. Ada beberapa adab berbuka yang bernilai pahala.
Meskipun terlihat sederhana, amalan-amalan ini dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. selain itu, tersimpan berbagai hikmah dan manfaat di dalamnya.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Geopolitik Global
Mengutip informasi dari laman baznas.go.id dan /ee.uii.ac.id ini lima anjuran yang dilakukan Nabi Muhamad SAW saat berbuka puasa, dan tidak hanya dihitung sebagai pahala, tetapi juga membawa manfaatnya bagi siapapun yang mengamalkannya.
Menyegerakan berbuka
Saat adzan maghrib berkumandang, umat islam disunahkan untuk segera menyantap makanan berbuka. Hal ini tercantum di dalam hadits yang berbunyi لا يَزَالُ النَّاسُ بِغَيْرِ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ, yang artinya “Manusia selalu dalam kebaikan saat menyegerakan berbuka” (HR Bukhari Muslim).
Selain bernilai pahala, menyegerakan berbuka dapat bermanfaat bagi tubuh karena dapat mengembalikan energi tubuh dan mencegah dehidrasi berlanjut.
Baca Juga: 7 Tanda Bahwa Seorang Pensiunan Diam-Diam Sedang Membangun Kembali Tujuan Hidupnya Menurut Psikologi
Berdoa
Setiap mau makan awali dengan bismillah. Selain itu, makan menggunakan tangan kanan dan pilih makanan yang paling dekat.
Nabi Muhammad juga bersabda bahwa doa orang yang sedang berpuasa adalah doa yang paling diterima oleh Allah SWT. membaca doa juga merupakan adab seorang muslim dan bentuk rasa bersyukur kepada Allah atas rezeki yang diberikan.
Mengawali dengan makanan manis
“Rasulullah SAW berbuka dengan beberapa kurma yang masih basah sebelum sholat (Maghrib). Jika tidak ada, beliau berbuka dengan beberapa kurma kering. Jika tidak ada, beliau berbuka dengan minum air.” (HR Abu Dawud, Ahmad, Tirmidzi & Hakim).
Tiga butir kurma dan segelas air putih merupakan menu berbuka yang dianjurkan untuk memulihkan energi dan menghidrasi tubuh setelah seharian berpuasa.
Mendahulukan shalat maghrib
Nabi Muhammad sangat menganjurkan mengkonsumsi makanan besar setelah shalat maghrib.
Hal ini disebabkan karena waktu maghrib yang cukup singkat. Sehingga, anda perlu menyesuaikan durasi makan berbuka. Jangan sampai melalaikan ibadah.
Nabi Muhammad SAW bersabda “Jika makanan malam telah disediakan, makanlah makanan itu sebelum kamu melaksanakan sholat Maghrib dan janganlah tergesa-gesa dalam menyantapnya.” (HR Bukhari, Muslim & Ahmad).
Makan secara bertahap setelah maghrib juga dapat membantu mencegah perut begah dan perasaan tidak nyaman saat shalat, sekaligus memberikan waktu jeda pada lambung untuk memproduksi enzim pencernaan yang lebih banyak.
Makan secukupnya
Islam mengajarkan sikap tidak berlebihan dalam segala hal. Saat berbuka, sebaiknya berhenti sebelum terlalu kenyang dan menghindari makan secara berlebihan. Konsumsi makanan berlebih dapat membuat perut kembung dan menimbulkan rasa yang tidak nyaman.