← Beranda
Shalat Tarawih di Rumah Vs di Masjid, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Abdul RahmanJumat, 20 Februari 2026 | 01.02 WIB
Umat Islam melaksanakan Shalat Tarawih pertama di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (18/2/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Bulan Ramadhan identik dengan pelaksanaan shalat Tarawih. Banyak muslim dan muslimah melaksanakan shalat yang hanya ada di bulan Ramadhan ini di masjid dan dilaksanakan secara berjamaah.

Namun pada kenyataannya, tidak semua orang bisa selalu mengikuti shalat Tarawih berjamaah di masjid. Sebagian umat muslim memilih melaksanakan shalat Tarawih sendirian di rumah.

Terdapat sejumlah alasan kenapa mereka memilih shalat Tarawih di rumah daripada di masjid. Mulai alasan kesehatan, pekerjaan, hingga pertimbangan kenyamanan dan kekhusyukan.

Shalat Tarawih merupakan ibadah sunnah muakkad yang dianjurkan untuk dikerjakan pada malam-malam di bulan Ramadhan. Pelaksanaannya boleh dilakukan secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah.

Dalam sejarah Islam, shalat Tarawih berjamaah mulai dibiasakan pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Pada masa Rasulullah, shalat Tarawih biasanya dengan jamaah terbatas dan kerap dilakukan di rumah karena khawatir dianggap sebagai ibadah wajib.

Lantas, apa saja kelebihan dan kekurangan shalat Tarawih sendirian di rumah? Berikut ulasan lengkapnya.

Kelebihan Shalat Tarawih Sendirian di Rumah

1. Lebih Khusyuk dan Tenang

Suasana rumah yang relatif lebih sepi bisa membuat sebagian orang bisa lebih fokus dalam melaksanakan shalat. Tanpa distraksi oleh keramaian, ibadah Tarawih bisa terasa lebih personal dan mendalam.

2. Fleksibel Secara Waktu

Shalat Tarawih di rumah bisa dilakukan setelah Isya hingga menjelang Subuh. Fleksibilitas waktu memudahkan mereka yang memiliki jam kerja tidak menentu atau mereka yang memiliki kondisi fisik yang terbatas.

3. Bisa Menyesuaikan Jumlah Rakaat dan Bacaan

Berbeda dengan masjid yang mengikuti imam, shalat Tarawih di rumah memungkinkan seseorang untuk menyesuaikan jumlah rakaat dan panjang pendek bacaan disesuaikan dengan kemampuan.

4. Lebih Nyaman bagi Lansia dan Orang dengan Kondisi Tertentu

Bagi lansia atau orang yang kurang fit, shalat di rumah mengurangi kelelahan fisik karena tidak perlu berjalan jauh atau berdiri lama.

5. Privasi Lebih Terjaga

Berdoa dan bermunajat di rumah memberikan ruang privasi yang lebih luas. Sebagian orang merasa lebih leluasa mencurahkan doa tanpa rasa sungkan kepada Tuhan ketika sendirian tidak ada orang lain yang melihat.

Kekurangan Shalat Tarawih Sendirian di Rumah

1. Motivasi Lebih Mudah Turun

Tanpa dorongan suasana masjid dan kebersamaan jamaah, motivasi beribadah bisa menurun. Rasa malas dan lelah lebih mudah datang menghampiri.

2. Kehilangan Atmosfer Ramadhan

Suasana shalat Tarawih berjamaah di masjid sering kali menjadi momen spiritual yang menguatkan semangat Ramadhan. Hal ini cenderung berkurang jika shalat Tarawih dilakukan sendirian di rumah.

3. Tidak Mendapat Keutamaan Pahala Berjamaah

Dalam Islam, shalat berjamaah memiliki keutamaan pahala yang lebih besar. Dengan shalat sendirian di rumah, keutamaan shalat berjamaah tersebut tidak diperoleh, meski pahala shalat sunnah tetap didapat.

4. Lebih Banyak Gangguan

Lingkungan rumah menyimpan banyak distraksi, seperti gawai, televisi, atau aktivitas anggota keluarga, yang berpotensi mengganggu kekhusyukan shalat.

5. Risiko Kurang Konsisten

Tanpa jadwal tetap seperti di masjid, sebagian orang menjadi kurang disiplin dalam menjalankan shalat Tarawih setiap malamnya jika dilaksanakan di rumah.

Lebih Baik Tarawih di Rumah atau di Masjid?

Pilihan antara shalat Tarawih di rumah atau di masjid sangat bergantung pada kondisi masing-masing individu. Jika kondisi fisik memungkinkan dan akses ke masjid mudah, shalat Tarawih berjamaah di masjid lebih utama.

Namun, jika terdapat keterbatasan tertentu, shalat Tarawih di rumah tetap menjadi pilihan yang sah dan bernilai ibadah tanpa meninggalkan ibadah shalat istimewa ini.

Yang paling penting bukan di masjid atau di rumah. Yang paling penting bagaimana shalat Tarawih tetap dilaksanakan dengan niat yang ikhlas dan penuh kekhusyukan.

EDITOR: Abdul Rahman