← Beranda
Makna Nama KRI Sriwijaya-100, Kapal Induk Pertama Indonesia yang Baru Diresmikan
Syahrul Yunizar• Jumat, 25 September 2026 | 00.41 WIB
Kapal induk pertama Indonesia resmi bernama KRI Sriwijaya-100. Mulai Kamis (24/9) seluruh awak kapal tersebut adalah prajurit TNI AL. (Puspen TNI)

JawaPos.com - Kapal induk pertama Indonesia resmi bernama KRI Sriwijaya-100 sejak Kamis (24/9) dan 100 persen diawaki prajurit TNI AL.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkap alasan pemilihan nama KRI Sriwijaya-100 untuk kapal induk pertama TNI AL tersebut.

Menurut dia, Sriwijaya adalah nama salah satu kerajaan maritim terbesar di Indonesia, dan usianya lebih tua dari Majapahit. Itu menjadi alasan utama pemilihan nama kapal.

”Dan itu membawa kejayaan kemaritiman di era masa lalu, harapannya dengan penamaan itu kita akan mengembalikan keemasan atau kejayaan kemaritiman Nusantara seperti yang lalu,” ucap Ali usai peresmian di Tanjung Priok Jakarta.

Baca Juga: PT PAL Siapkan Kemampuan MRO dan Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

Peresmian nama KRI Sriwijaya dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut).

Turut mendampingi Agus, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi, dan seluruh kepala staf.

Sebelum meresmikan penamaan KRI Sriwijaya-100, seluruh pejabat teras TNI menyaksikan penurunan Bendera Italia dan pengibaran Bendera Merah Putih di atas kapal tersebut.

Juga dilakukan pengukuhan komandan kapal yang kini sudah resmi diduduki oleh Kolonel Laut (P) Mochamad Fuad Hasan.

”Alhamdulillah semua berjalan lancar dan kondisi kapal seperti yang bapak-bapak, ibu-ibu sudah lihat ke dalam, kondisinya masih sangat baik, siap operasional. Namun, kami juga merencanakan untuk mengisi kapal ini dengan peralatan komunikasi terutamanya yang versi Indonesia,” terang Ali.

Baca Juga: Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Ganti Nama Pekan Depan, Jadi KRI Sriwijaya-100

Orang nomor satu di TNI AL itu menyebut, saat ini KRI Sriwijaya-100 masih mengandalkan peralatan komunikasi berstandar NATO.

Karena Indonesia adalah negara bebas aktif, peralatan itu tidak akan diberikan oleh Angkatan Laut Italia kepada TNI AL.

”Maka kita menggunakan versi kita sendiri yang kita siapkan nantinya untuk membuat kapal ini siap berlayar dan melaksanakan tugas-tugas yang telah kita rencanakan,” imbuhnya.

Secara keseluruhan, kata Ali, ada 400 prajurit TNI AL yang ditugaskan sebagai awak kapal induk tersebut.

Sebanyak 100 prajurit sudah belajar langsung di Italia. Sedangkan 300 lainnya menjalani pelatihan di Indonesia.

Baca Juga: Indonesia Terima Kapal Induk dari Italia di Tengah Perdebatan Biaya dan Ambisi Pertahanan Nasional

Mereka mendapat transfer ilmu dari 100 prajurit yang sudah belajar lebih dulu di Italia.

”Kami akan melatih pilot-pilot helikopter, mungkin nanti ke depan pilot-pilot drone, untuk bisa beroperasi dari kapal induk ini,” imbuhnya.

 

EDITOR: Bayu Putra