← Beranda
Sony Naikkan Harga PS5 Lagi, Gamer Indonesia Kena Imbas
Dony Lesmana Eko PutraSelasa, 31 Maret 2026 | 01.08 WIB
Kabar kurang menyenangkan datang untuk gamer. Sony resmi kembali menaikkan harga PlayStation 5 secara global. (Istimewa)

JawaPos.com - Kabar kurang menyenangkan datang untuk gamer. Sony Group kembali menaikkan harga PlayStation 5 (PS5) secara global, termasuk kenaikan USD100 di Amerika Serikat, menandai penyesuaian harga kedua dalam waktu kurang dari setahun.

Mengutip dari laman reuters, Senin (30/3) kenaikan harga ini terjadi di tengah naiknya biaya komponen utama, terutama chip memori, yang kini semakin mahal karena industri teknologi global sedang berlomba membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Produsen chip kini lebih memprioritaskan kebutuhan pusat data AI yang margin keuntungannya lebih tinggi, sehingga pasokan untuk perangkat konsumen seperti konsol game ikut tertekan.

Baca Juga: Melania Trump Sambut Robot Humanoid Figure AI di Gedung Putih, Tanda Era Baru Robotika AI

Mulai 2 April 2026, Sony menetapkan harga baru untuk lini PS5 di pasar Amerika Serikat. Jika dikonversi ke rupiah, berikut kisarannya:

  • PS5 Standard: USD649,99 atau sekitar Rp 11,04 juta
  • PS5 Digital Edition: USD599,99 atau sekitar Rp 10,19 juta
  • PS5 Pro: USD899,99 atau sekitar Rp 15,29 juta
  • PlayStation Portal: US$249,99 atau sekitar Rp 4,24 juta

Artinya, harga konsol Sony kini semakin jauh dari kata murah, terutama bagi gamer yang menunggu momen upgrade.

Kenaikan harga ini tidak hanya berlaku di Amerika Serikat. Sony juga menerapkan penyesuaian harga di Eropa dan Jepang, setelah melakukan evaluasi terhadap tekanan biaya dalam rantai pasok global.

Langkah ini menunjukkan bahwa industri konsol saat ini sedang menghadapi tantangan besar, bukan hanya dari sisi permintaan pasar, tetapi juga dari mahalnya komponen inti.

Baca Juga: Samsung Pamer Layar 3D Tanpa Kacamata, Bisa Bikin Orang Berhenti Melihat

Booming AI Bikin Harga Konsol Ikut Naik

Salah satu penyebab utama harga PS5 naik adalah perubahan besar di industri semikonduktor. Saat ini, produsen memori lebih fokus memasok chip untuk server AI, pusat data, infrastruktur cloud dibandingkan untuk perangkat konsumen seperti konsol game, laptop, TV pintar atau gadget rumah tangga. Akibatnya, biaya produksi konsol seperti PS5 ikut terdorong naik.

Pasar Konsol Sedang Melambat 

Kenaikan harga ini datang di saat pasar konsol juga sedang tidak terlalu agresif tumbuh. Pada kuartal liburan Oktober–Desember, penjualan PlayStation 5 tercatat turun 16% secara tahunan menjadi 8 juta unit.

Ini menunjukkan bahwa permintaan PS5 mulai melambat seiring usia produk yang kini sudah mendekati enam tahun di pasar.

Sejumlah analis menilai, kenaikan harga konsol bisa makin menahan pertumbuhan industri video game tahun ini.

Bukan Sony Saja, Xbox Juga Pernah Naik

Sony bukan satu-satunya yang menaikkan harga konsol. Tahun lalu, Microsoft juga melakukan penyesuaian harga untuk lini Xbox.

Artinya, tekanan biaya di industri gaming kini memang dirasakan hampir semua pemain besar, terutama akibat mahalnya komponen dan persaingan teknologi global yang makin ketat.

Baca Juga: Rolls-Royce Rilis Cullinan Yachting, SUV Sultan Terinspirasi Dunia Yacht

Kenaikan harga PS5 secara global menjadi bukti bahwa industri gaming kini ikut terdampak langsung oleh booming AI dan chip semikonduktor.

Bagi gamer Indonesia, kabar ini tentu kurang menyenangkan, apalagi jika harga global tersebut nantinya ikut memengaruhi banderol resmi maupun harga pasar di dalam negeri. Kalau tren biaya chip terus naik, bukan tidak mungkin harga perangkat gaming lain juga akan ikut terdorong dalam waktu dekat.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra