← Beranda
Tekanan Ekonomi 2026, WOM Finance Perkuat Strategi Retensi Pelanggan
Rian AlfiantoJumat, 5 Desember 2025 | 01.36 WIB
Perusahaan pembiayaan tingkat loyalitas ke konsumen sebagai strategi di tengah ketatnya persaingan. (Istimewa)

JawaPos.com - Industri pembiayaan diproyeksikan menghadapi tekanan lebih berat pada 2026 mendatang seiring melemahnya daya beli masyarakat dan meningkatnya persaingan antarperusahaan multifinance. 

Penjualan kendaraan baru yang melambat dan kenaikan biaya dana membuat perusahaan pembiayaan harus mencari cara baru untuk menjaga kualitas portofolio sekaligus mempertahankan konsumen yang sudah ada. 

Diketahui, dalam beberapa kuartal terakhir, daya beli masyarakat tercatat menurun akibat tekanan inflasi pada kebutuhan pokok dan penyesuaian suku bunga kredit. 

Situasi tersebut berdampak langsung pada sektor pembiayaan konsumtif, terutama untuk kendaraan roda dua dan roda empat yang selama ini menjadi tulang punggung industri multifinance. 

Dengan kompetisi yang semakin ketat, perusahaan dituntut tidak hanya agresif mendatangkan nasabah baru, tetapi juga mempertahankan pelanggan dengan kinerja pembayaran yang baik.

Persaingan yang semakin sengit antarperusahaan pembiayaan, baik dari pemain konvensional maupun entitas digital, membuat biaya akuisisi nasabah meningkat. 

Karena itu, retensi pelanggan menjadi strategi yang semakin diprioritaskan. Banyak perusahaan mulai berfokus pada upaya menjaga konsumen berkualitas daripada mendorong ekspansi agresif yang berisiko meningkatkan kredit bermasalah (NPL). 

Kondisi ini mendorong perusahaan seperti PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) memperkuat strategi retensi melalui program-program loyalitas yang terukur.

WOM Finance menjadi salah satu yang memperkuat pendekatan ini melalui program loyalitas tahunan.

Di tengah tekanan ekonomi tersebut, WOM Finance meluncurkan program retensi nasabah sebagai bagian dari strategi perusahaan mempertahankan nasabah dan memperkuat hubungan jangka panjang. 

Program retensi ini diposisikan bukan sekadar gimmick pemasaran, melainkan bagian dari upaya menjaga stabilitas portofolio pembiayaan perusahaan selama periode ketidakpastian ekonomi.

Wibowo, Direktur Marketing WOM Finance, menegaskan pentingnya hubungan jangka panjang dengan konsumen sebagai fondasi pertumbuhan bisnis. 

“Harapannya, program ini dapat terus memperkuat hubungan baik dengan pelanggan, sehingga konsumen semakin menunjukkan loyalitasnya untuk terus menjadi bagian dari keluarga besar WOM Finance. WOM Finance percaya bahwa hubungan yang terjalin baik antara perusahaan dan pelanggan merupakan fondasi penting dalam menciptakan pertumbuhan berkelanjutan,” ujar dia melalui keterangannya.

Program yang disebut sebagai Wombastis 2025 berlangsung dari 1 Juli 2025 hingga 31 Mei 2026, terbuka bagi seluruh pemohon pembiayaan baru maupun yang melakukan pembiayaan kembali (repeat order). 

Syarat utama peserta adalah memiliki status pembayaran lancar dan memastikan data serta kontrak pembiayaan telah diverifikasi melalui aplikasi Kawan sebelum penarikan data peserta pada Juni 2026.

Bagi konsumen yang mengajukan pembiayaan sejak awal periode, verifikasi kontrak di aplikasi Kawan menjadi langkah penting agar tetap tercatat sebagai peserta program. WOM Finance mendorong peningkatan penggunaan aplikasi tersebut sebagai bagian dari transformasi digital perusahaan dan upaya memperkuat interaksi langsung dengan pelanggan.

Sementara itu, dalam perspektif industri, program berbasis disiplin pembayaran seperti Wombastis dapat membantu menekan risiko kredit bermasalah yang berpotensi meningkat ketika daya beli melemah. 

Dengan memberikan insentif bagi konsumen yang memiliki riwayat pembayaran baik, perusahaan dapat menjaga kualitas portofolio sekaligus mengurangi biaya penagihan.

WOM Finance menyiapkan 82 hadiah dalam program tahun ini, termasuk satu unit mobil Suzuki Ertiga, 16 unit sepeda motor, smartphone, logam mulia, hingga potongan angsuran. 

Meski hadiah menjadi elemen pemikat, WOM Finance menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai bagian dari strategi retensi dan bukan kampanye pemasaran yang bersifat transaksional.

EDITOR: Estu Suryowati