JawaPos.com - Meningkatnya aktivitas pengiriman barang di Indonesia membuat cara mengemas paket menjadi aspek yang semakin penting. Baik untuk mengirim kebutuhan rumah tangga, produk UMKM, barang elektronik, maupun barang pecah belah, kemasan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko kerusakan selama proses distribusi.
Barang yang mengalami kerusakan saat tiba di tujuan masih menjadi salah satu keluhan yang kerap ditemui. Kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh proses pengiriman, tetapi juga oleh kualitas kemasan yang digunakan sejak awal.
Penggunaan kardus yang terlalu besar atau terlalu kecil, pelindung yang kurang memadai, hingga ruang kosong di dalam kemasan yang dibiarkan begitu saja dapat membuat barang mudah bergeser dan terbentur selama perjalanan. Karena itu, proses packing tidak boleh dianggap sepele agar barang tetap terjaga hingga diterima oleh penerima.
Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengemasan yang benar, J&T Cargo membagikan sejumlah panduan yang dapat diterapkan sebelum mengirim barang, khususnya barang yang mudah pecah atau membutuhkan perlindungan tambahan.
Baca Juga: Liburan Lebaran Lancar: 6 Tips Packing Barang yang Singkat dan Efisien!
"Banyak risiko kerusakan barang sebenarnya dapat diminimalkan melalui persiapan kemasan yang tepat. Karena itu, penting bagi pengirim untuk menyesuaikan metode packing dengan karakteristik barang yang akan dikirim agar perlindungan yang diberikan dapat lebih optimal," ujar Muhammad Danu Permadi selaku Network Traning Supervisor J&T Cargo Indonesia.
Berikut beberapa langkah yang disarankan sebelum mengirim paket!
1. Bungkus Barang dengan Bubble Wrap Secara Maksimal
Pastikan seluruh bagian barang tertutup bubble wrap, terutama area sudut dan sisi yang paling berisiko mengalami benturan.
2. Gunakan Kardus yang Tepat
Pilih kardus yang masih kuat dan memiliki ukuran sesuai dengan dimensi barang agar tidak terlalu longgar maupun terlalu sempit.
3. Tambahkan Material Penyangga
Isi celah kosong di dalam kardus menggunakan foam, kertas, atau bubble wrap sehingga barang tidak mudah bergeser selama pengiriman.
4. Lindungi Bagian yang Mudah Rusak
Komponen seperti sudut, pegangan, maupun permukaan berbahan kaca sebaiknya diberi lapisan pelindung tambahan untuk mengurangi risiko kerusakan.
5. Pastikan Kardus Tertutup Rapat
Gunakan lakban yang kuat untuk merekatkan seluruh sisi kardus sehingga kemasan tetap kokoh selama proses distribusi.
6. Terapkan Metode Double Box
Untuk barang bernilai tinggi atau mudah pecah, penggunaan dua lapis kardus dapat memberikan perlindungan yang lebih baik.
7. Pasang Label "Fragile"
Tempelkan label "Fragile" agar paket mendapatkan perhatian khusus dan ditangani dengan lebih hati-hati selama pengiriman.
Selain teknik pengemasan, pemilihan bahan pelindung juga tidak kalah penting. Pengirim dianjurkan memakai kardus yang kondisinya masih baik, dilengkapi bubble wrap, foam, atau material pelindung lain yang disesuaikan dengan jenis barang yang akan dikirim.
"Kami berharap semakin banyak masyarakat yang memperhatikan kualitas kemasan sebelum mengirim barang sehingga risiko kerusakan dapat diminimalkan dan pengalaman pengiriman menjadi lebih optimal bagi pengirim maupun penerima," tambah Danu Permadi.
Melalui edukasi tersebut, J&T Cargo ingin mendorong masyarakat agar semakin memahami bahwa keamanan barang selama pengiriman tidak hanya bergantung pada proses distribusi, tetapi juga pada persiapan sebelum paket diserahkan. Dengan pengemasan yang tepat, peluang barang tiba di tujuan dalam kondisi baik pun dapat semakin besar.