← Beranda
Film Djamin Setia Selamanya Angkat Perjuangan Djamin Ginting Pertahankan Kemerdekaan
Abdul RahmanSenin, 21 September 2026 | 23.27 WIB
Jumpa pers film Djamin Setia Selamanya. (Abdul Rahman/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Sutradara Rako Prijanto kembali menghadirkan film berlatar sejarah melalui Djamin Setia Selamanya. Sebuah film biopik yang mengangkat perjalanan perjuangan Djamin Ginting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Film tersebut menjadi proyek ke-40 Rako Prijanto sepanjang kariernya sebagai sutradara. Berbeda dari sejumlah film sebelumnya, kali ini Rako membawa kisah seorang tokoh sejarah ke layar lebar dengan menyoroti bagian penting dalam perjalanan Pahlawan Nasional Djamin Ginting.

Rako mengungkapkan, persiapan produksi film Djamin Setia Selamanya dilakukan dalam waktu sekitar dua bulan. Ia menyampaikan hal tersebut dalam acara jumpa pers di bilangan Epicentrum, Jakarta Selatan, Minggu (20/9).

“Dua bulan untuk persiapan filmnya,” ujar Rako.

Baca Juga: Kembali Main Sinetron, Adinda Azani Beradu Akting dengan Jonas Rivanno di Cinta Seluas Samudra

Persiapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan teknis produksi, tetapi juga proses menggali cerita dan sosok Djamin Ginting. Rako menggarap naskah skenarionya bersama Titien Wattimena dan Linda.

Riset mengenai tokoh utama menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan cerita. Linda bahkan datang secara langsung ke Sumatra untuk mendapatkan informasi dari orang-orang yang pernah mengenal maupun masih mengingat tentang sosok Djamin Ginting.

Proses tersebut membuat tim kreatif harus menentukan bagian mana dari perjalanan hidup Djamin Ginting yang paling relevan untuk dibawa ke layar lebar.

Linda mengatakan, pada awalnya mereka berencana membuat cerita yang mencakup perjalanan Djamin Ginting sejak lahir hingga menjalankan tugas sebagai duta besar Indonesia di Kanada. Namun, cakupan tersebut terlalu luas untuk dituangkan ke dalam satu film. Akhirnya diputuskan mengambil periode penting.

“Jadi dalam proses kreatif, kami harus merelakan dan mengambil yang seru dan penting saja,” ujar Linda.

Keputusan tersebut membuat film Djamin Setia Selamanya lebih diarahkan pada bagian perjalanan hidup Djamin Ginting yang berkaitan dengan perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, terutama periode dari tahun 1945 hingga 1948.

Syuting Tidak Dilakukan di Sumatera

Meski mengangkat sosok yang memiliki keterkaitan kuat dengan Sumatera, proses produksi Djamin Setia Selamanya tidak dilakukan di wilayah tersebut.

Rako memilih Jakarta dan Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai lokasi syuting. Faktor jarak menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan lokasi produksi film.

“Syutingnya di Jakarta-Banyuwangi, Jawa. Tidak di Sumatera karena Sumatera cukup jauh, jadi itu juga menjadi pertimbangan,” ujar Rako.

Pemilihan lokasi tersebut menunjukkan bagaimana produksi film biopik tidak selalu dilakukan di lokasi sejarah sebenarnya. Tim produksi perlu menyesuaikan kebutuhan cerita dengan aspek teknis, akses produksi, serta pertimbangan efisiensi selama proses pengambilan gambar.

Djamin Setia Selamanya juga menjadi salah satu proyek yang membawa Rako kembali ke genre film perang setelah cukup lama tidak menggarap cerita dengan latar perjuangan bersenjata.

Pengalaman tersebut menjadi bagian menarik dari film ini karena Rako harus menerjemahkan peristiwa sejarah dan perjuangan seorang tokoh ke dalam bahasa sinema yang dapat diterima penonton masa kini.

Selain mengandalkan riset, film ini juga diperkuat sejumlah aktor yang memerankan tokoh-tokoh penting dalam perjalanan cerita Djamin Ginting.

Jajaran pemerannya antara lain Rafi Sudirman, Marcell Darwin, Chicxo Kurniawan, Carlates Taufan, hingga Jourdy Pranata.

Kehadiran para pemeran tersebut diharapkan dapat menghidupkan kembali berbagai karakter yang berkaitan dengan perjalanan Djamin Ginting dalam film.

Baca Juga: Mengenang Chad Gilbert, Bermusik untuk Menginspirasi Orang-orang yang Mengalami Hal Sulit

Djamin Setia Selamanya dijadwalkan tayang serentak di bioskop Tanah Air mulai 1 Oktober 2026. Film ini sekaligus menjadi upaya menghadirkan kembali kisah tokoh sejarah nasional melalui medium film layar lebar dengan pendekatan drama biopik.

EDITOR: Abdul Rahman