← Beranda
Comeback Setelah Diagnosis Stiff-Person Syndrome, Celine Dion Tak Kuasa Menahan Tangis
Leni Setya WatiRabu, 16 September 2026 | 13.53 WIB
celine dion (x @pagesix)

JawaPos.com – Celine Dion kembali berdiri di atas panggung setelah empat tahun absen sejak didiagnosis menderita stiff-person syndrome.

Momen emosional tersebut terjadi di Paris La Défense Arena, Prancis, ketika sang diva kembali bernyanyi di hadapan para penggemarnya.

Celine Dion tampil elegan mengenakan gaun hitam dengan rambut yang ditata rapi dalam gaya ponytail. Ia membawakan sejumlah lagu andalannya, termasuk “My Heart Will Go On”, dengan penuh penghayatan.

Sambutan hangat dari penonton membuat emosinya semakin tak terbendung hingga air mata akhirnya jatuh di tengah penampilan.

Celine Dion juga menyampaikan rasa syukurnya kepada para penggemar yang terus memberikan dukungan selama dirinya menghadapi masa sulit.

Ia mengaku sempat berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak menangis, tetapi perasaan bahagia dan haru saat kembali bertemu penonton membuat janji tersebut sulit dipertahankan.

Menurut laporan OSEN, yang mengutip pemberitaan Page Six dan sejumlah media asing, Celine mengatakan bahwa dirinya ingin bernyanyi untuk para penggemar, dirinya sendiri, dan kehidupan.

Ia juga mengungkapkan rasa terkejut sekaligus bahagia karena akhirnya dapat kembali berkumpul dengan para penggemarnya setelah sebelumnya berjanji akan kembali ke panggung.

Sebelumnya, Celine telah mengumumkan rencana comeback dan menyebut kesempatan tersebut sebagai “hadiah terbaik dalam hidupnya.”

Ia mengatakan merasa semakin kuat dan siap bertemu kembali dengan penggemar, meski tetap merasakan sedikit rasa gugup.

Bagi Celine, dukungan dan cinta para penggemar menjadi salah satu kekuatan yang membantunya melewati masa panjang tersebut.

Celine Dion didiagnosis mengalami stiff-person syndrome pada Desember 2022, sebuah kondisi neurologis langka yang dapat menyebabkan kekakuan otot progresif dan kejang.

Setelah melewati perjalanan kesehatan yang panjang, comeback ini menjadi momen istimewa sekaligus simbol kekuatan Celine untuk kembali melakukan hal yang paling dicintainya: bernyanyi di hadapan publik.

EDITOR: Hanny Suwindari