← Beranda
Lea Simanjuntak Kembali Setelah 7 Tahun, Ada Kejutan dari Personel Agak Laen
Abdul RahmanSabtu, 12 September 2026 | 06.31 WIB
Lea Simanjuntak. (istimewa)

 

JawaPos.com - Lea Simanjuntak akhirnya kembali merilis lagu baru setelah tujuh tahun. Penyanyi yang dikenal dengan kekuatan vokalnya itu memilih "Ruang di Hatimu" sebagai karya yang menandai kembalinya ke industri rekaman.

Single tersebut resmi dirilis pada 9 September 2026. Bukan sekadar lagu baru setelah jeda panjang, "Ruang di Hatimu" membawa cerita yang sangat personal bagi Lea.

Lagu bergenre adult pop-jazz itu lahir dari sebuah fase ketika Lea merasa lelah dan kehilangan arah. Di tengah kondisi tersebut, hadir seseorang yang kemudian membawa perubahan sekaligus harapan dalam hidupnya.

Pengalaman itu membuat Lea memiliki keinginan untuk memberikan perhatian lebih, menciptakan lebih banyak momen, serta membangun cerita yang lebih dalam bersama orang tersebut.

Baca Juga: Atta Halilintar Klarifikasi Foto Cium Wanita Lain, Aurel Hermansyah: Badainya Lagi Kencang

"Di saat hidup saya sedang lelah dan kehilangan arah, tiba-tiba hadir seseorang. Kehadirannya membawa perubahan, dan mendatangkan harapan," kata Lea Simanjuntak.

"Sejak itu saya ingin memberi lebih. Perhatian yang khusus, momen, cerita yang lebih dalam bersamanya, meski saya tidak tahu berapa lama kesempatan itu diberikan. Yang terpenting, saya ingin menjadi ruang di hatinya," imbuh Lea.

Dari pengalaman tersebut, "Ruang di Hatimu" kemudian dibangun dengan pendekatan musik yang hangat dan dewasa. Aransemen adult pop-jazz dipilih agar karakter vokal Lea dapat menyampaikan emosi lagu tanpa harus mengandalkan permainan vokal yang berlebihan.

Bukan Sekadar Comeback

Jeda tujuh tahun dalam dunia rekaman tidak serta-merta membuat Lea berhenti bermusik.

Selama periode tersebut, ia tetap menjalani berbagai aktivitas sebagai performer, terlibat dalam panggung musikal, tampil dalam sejumlah agenda besar, sekaligus aktif membina penyanyi melalui kegiatan vocal coaching dan workshop.

Karena itu, kembalinya Lea lewat single "Ruang di Hatimu" lebih tepat dilihat sebagai sebuah fase baru dalam perjalanan bermusiknya.

Ada pengalaman panjang yang ikut membentuk cara Lea menyampaikan lagu. Dari penyanyi latar untuk sejumlah musisi besar hingga menjadi solois, perjalanan tersebut membuat Lea memiliki fondasi musikal yang kuat.

Kini, dia memilih lagu yang lebih personal untuk membuka kembali perjalanan rekamannya.

Direkam Live, Bukan dengan Formula Produksi Biasa

Salah satu aspek menarik dari lagu "Ruang di Hatimu" terdapat pada proses rekamannya.

Lea dan tim memilih merekam lagu secara live. Para musisi bermain secara langsung dalam satu ruangan dan waktu yang sama.

Metode tersebut memungkinkan interaksi antarmusisi terasa lebih natural. Dinamika permainan juga dapat berkembang secara langsung, termasuk menghadirkan detail-detail kecil yang justru memberikan karakter pada hasil rekaman.

Di balik produksi lagu terdapat Nur Satriatama yang bertindak sebagai pencipta lagu sekaligus produser.

Nur juga mengisi gitar dalam rekaman. Sejumlah musisi lain ikut terlibat, termasuk Adrian Martadinata, Nadine Emanuella Woworuntu, Ade Fabiola, MR Kamga, Agushafi, Muhammad Vermal, Galih Pratama, dan Morriz Putra.

Pendekatan live tersebut sejalan dengan tema lagu yang berbicara tentang kehadiran dan kedekatan emosional.

Alih-alih membuat produksi yang terlalu padat, musik "Ruang di Hatimu" memberikan ruang bagi vokal Lea untuk menjadi pusat cerita.

Ada Kejutan dari Personel Agak Laen

Kejutan lain hadir dalam video musik "Ruang di Hatimu". Empat personel Agak Laen, yakni Boris Bokir, Bene Dion, Indra Jegel, dan Oki Rengga, ikut tampil dalam video tersebut.

Keterlibatan mereka bukan sekadar kemunculan singkat di depan kamera. Keempatnya justru tampil sebagai formasi brass dan memainkan instrumen masing-masing, yakni terompet, trombon, flugelhorn, serta tuba.

Bagian tersebut direkam secara langsung di studio bersama Lea dan para musisi lainnya.

Video musiknya sendiri diproduksi Riverbrick Studios dengan arahan Alain Goenawan, Galih Pratama, dan Nur Satriatama.

Produksi visual menggabungkan rekaman langsung di studio dengan dunia visual yang dikembangkan melalui asset 3D serta teknologi generatif berbasis AI.

Baca Juga: Juicy Luicy Ungkap Kronologi Lengkap Batal Manggung di Batam

Konsep visual tersebut tetap mempertahankan suasana lagu yang intim dan tenang, sehingga teknologi digunakan sebagai bagian dari dunia cerita, bukan sekadar gimmick.

EDITOR: Abdul Rahman