JawaPos.com - Idgitaf menyiapkan konsep berbeda untuk membawa album studio keduanya, Berusaha di Bawah Hujan, ke atas panggung. Bukan sekadar konser musik, musisi muda tersebut akan menghadirkan pementasan semi-teatrikal yang memadukan musik, akting, tarian, hingga elemen interaktif bersama penonton.
Pementasan bertajuk “Pementasan Berusaha di Bawah Hujan” itu dijadwalkan berlangsung di Kuningan City Ballroom, Jakarta, pada 18 September 2026 mendatang. Dalam pertunjukan tersebut, Idgitaf akan memainkan karakter Air, sementara karakter Api diperankan sebagai lawan mainnya.
Konsep tersebut menjadi pengalaman baru bagi Idgitaf karena karya-karya dari album Berusaha di Bawah Hujan akan diterjemahkan ke dalam sebuah cerita dan pertunjukan visual. Persiapan pun dilakukan secara serius, mulai dari menyusun setlist, berlatih akting, hingga mempelajari koreografi.
“Sekarang aku sedang menyiapkan semuanya. Mulai dari setlist, persiapan akting, sampai belajar beberapa tarian yang akan ditampilkan dalam pementasan kali ini,” kata Idgitaf dalam jumpa pers di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (3/9).
Baca Juga: Sejumlah Momen Romantis Audi Marissa dan Anthony Xie Selama Masa Pernikahan
Menurutnya, pementasan tersebut menjadi salah satu penampilan spesial yang belum pernah ia bawakan dalam festival maupun pertunjukan musik sebelumnya. Karena itu, Idgitaf yang memiliki nama asli Brigitta Sriulina Beru Meliala ingin memberikan pengalaman berbeda kepada para penggemarnya.
Salah satu daya tarik utama pementasan ini adalah kehadiran Hindia dan Dere. Keduanya memiliki keterkaitan langsung dengan album Berusaha di Bawah Hujan karena masing-masing berkolaborasi dalam lagu “Masih Ada Cahaya” bersama Hindia dan “Setengah Langit” bersama Dere.
Tak hanya Hindia dan Dere, sejumlah musisi lain juga akan ikut meramaikan panggung. Idgitaf menggandeng Jebung, Rifqi FTR, Dandy, New Pusat Dunia (NPD), serta Lomba Sihir sebagai kolaborator.
Secara keseluruhan, penonton nantinya akan disuguhkan lebih dari 20 lagu. Selain materi dari album Berusaha di Bawah Hujan, Idgitaf juga akan membawakan sejumlah lagu dari rilisan sebelumnya, sehingga pertunjukan tersebut sekaligus menjadi perjalanan musikal dari karya-karya yang telah ia hadirkan.
Konsep pertunjukan tidak berhenti pada penampilan di atas panggung. Katarsis Live selaku promotor menyiapkan sejumlah elemen interaktif yang memungkinkan penonton ikut merasakan bagian dari dunia yang dibangun Idgitaf.
Salah satu elemen tersebut terinspirasi dari identitas koboy yang kini melekat pada karakter Idgitaf. Penonton dapat mengikuti sejumlah permainan seperti Rodeo Bull, Lasso Toss, dan Pull The Bull.
CEO Katarsis Live, Reyhana Zain, mengatakan konsep tersebut dirancang untuk membuat penonton tidak hanya menjadi pihak yang menyaksikan pertunjukan, tetapi juga ikut menjadi bagian dari pengalaman yang dibangun sejak awal.
“Kami selalu ingin menghadirkan pertunjukan musik yang dapat berarti dan dirasakan oleh penonton. Semua ide datang dari Idgitaf, dan Katarsis Live mencoba untuk mewujudkan keinginannya menjadi pengalaman yang tak terlupakan oleh Idgitafriends,” ujar Reyhana.
Untuk tiket, Idgitaf dan Katarsis Live menyediakan tiga kategori. Kategori Hujan dibanderol Rp 159.000, Mendung Rp 259.000, dan kategori spesial Cahaya seharga Rp 349.000.
Penyelenggara juga menyediakan pilihan tempat duduk tribun agar penonton dapat menikmati keseluruhan pementasan dengan lebih nyaman. Khusus pemegang tiket Cahaya, terdapat pula sesi talkshow IDGITALKShow bersama Duo Bahlul.
Tak berhenti di sana, penonton juga akan menemukan sejumlah photospot serta merchandise eksklusif yang dibuat khusus untuk pementasan tersebut.
Pementasan ini menjadi kelanjutan dari perjalanan album kedua Idgitaf, Berusaha di Bawah Hujan, yang dirilis pada 15 Mei 2026. Pada pekan pertama setelah dirilis, album tersebut berhasil masuk jajaran Spotify Top Weekly Debut Albums Global.
Capaian tersebut menjadi salah satu penanda penting dalam perjalanan musik Idgitaf. Dikenal lewat karya-karya yang personal dan lirik yang dekat dengan pengalaman serta keresahan generasi muda, Idgitaf kini mencoba menerjemahkan cerita dalam albumnya ke medium pertunjukan yang lebih luas.
Baca Juga: Audi Marissa Gugat Cerai Anthony Xie Karena Orang Ketiga? Begini Kata Pengacaranya
Melalui “Pementasan Berusaha di Bawah Hujan”, album tersebut tidak hanya hadir dalam bentuk audio. Lagu, karakter, cerita, tarian, dan interaksi dengan penonton akan dirangkai menjadi satu pengalaman di atas panggung.