JawaPos.com - Seorang perempuan yang mengaku mengalami kekerasan seksual oleh artis berinisial EJR tidak hanya menceritakan tentang kronologi kejadian. Dalam utas di Threads, pemilik akun @ajsbsbwas juga mengantongi sejumlah bukti yang menurutnya dapat membantu menjelaskan kondisi dirinya pada malam kejadian.
Salah satu yang disebut adalah percakapan melalui WhatsApp dengan seorang teman berinisial NB. Menurut korban, komunikasi tersebut berlangsung ketika dirinya sedang dalam perjalanan pulang usai mengalami kekerasan seksual.
Korban mengaku pada saat itu merasa ada sesuatu yang tidak normal pada tubuhnya. Ia kemudian menghubungi NB untuk menceritakan apa yang dialaminya.
“Saya menjelaskan dan mencoba menggambarkan apa yang saya rasakan, kondisi hilang kesadaran, lemas, mengantuk berat hingga tidak berdaya,” tulisnya.
Baca Juga: Ruben Onsu Beri Penjelasan soal Dana Rp 3,5 Miliar hingga Ditetapkan Tersangka
Menurut pengakuannya, NB kemudian mengatakan bahwa vape yang digunakan malam itu memang sangat berbahaya. Korban menyebut, NB memberi tahu dirinya bahwa vape itu memiliki “dosis gorilla”.
Korban mengatakan, percakapan itu masih disimpannya hingga sekarang. Komunikasi tersebut terjadi ketika dirinya dalam perjalanan pulang, sehingga dapat menjadi bagian dari bukti yang dia miliki.
Sebelum kejadian kekerasan seksual terjadi, korban mengatakan dirinya bersama EJR dan NB berada di kawasan Senayan sekitar pukul 20.00 WIB. Setelah itu, menurut ceritanya, EJR mengaku akan mengantarnya pulang ke rumah namun ternyata dibawa ke kediaman sang artis yang terletak di bilangan Pondok Indah Jakarta Selatan.
Di perjalanan, korban mengaku diminta menghirup asap vape beberapa kali. Korban mengaku tidak mengetahui bahwa vape yang digunakan ternyata mengandung THC.
Setelah menghirup asap tersebut, korban menyatakan kondisi tubuhnya berubah drastis. Ia mengaku sangat lemas, sulit membuka mata, kesulitan berjalan, tidak mampu mengendalikan tubuhnya sendiri, bahkan kehilangan kesadaran.
Menurut korban, kondisi tersebut membuat ingatannya terhadap sejumlah bagian peristiwa pada malam itu jadi terputus-putus.
Yang dia ingat, saat tiba di kediaman EJR, ia beberapa kali terbentur dan sempat meminta pergi ke toilet karena merasa mual. Setelah itu, korban kehilangan kesadaran hingga akhirnya terbangun sekitar pukul 03.00 WIB.
Artis EJR melakukan kekerasan seksual kepada dirinya saat ia sedang dalam kondisi sangat lemah tidak mampu mengendalikan tubuhnya sendiri. Ia menegaskan, tindakan tersebut dilakukan tanpa persetujuan dari dirinya.
Baca Juga: Ruben Onsu Terjebak Kasus Penipuan, Minola Sebayang Ungkap Ada “Lubang Besar”
Pada saat terbangun, ia menyebut ibunya sedang mencari menghubunginya. Karena panik, korban memutuskan pulang ke rumah dengan menggunakan taksi meski kondisi tubuhnya belum sepenuhnya pulih.
EJR sempat meminta korban untuk tinggal di rumahnya sampai pagi dan berjanji akan mengantarnya pulang ketika kondisinya sudah membaik. Namun, korban tetap bersikukuh mau pulang karena sudah dikhawatirkan orang tuanya.