← Beranda
Alami Kekerasan Seksual dari Artis EJR, Korban Trauma Berkepanjangan
Abdul RahmanMinggu, 23 Agustus 2026 | 18.33 WIB
Ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak. (Antara).

 

JawaPos.com - Setelah menyimpan pengalaman pahit cukup lama, seorang perempuan yang mengaku sebagai korban kekerasan seksual dari artis EJR akhirnya buka suara melalui unggahan di akun media sosial Threads.

Dalam unggahan melalui akun @ajsbsbwas, korban menggambarkan peristiwa kekerasan seksual yang dialaminya dari artis EJR sebagai pengalaman traumatis yang menyisakan bekas cukup dalam. Hal itu karena tindakan tak senonoh tersebut terjadi setelah dia dibuat tidak berdaya sehingga kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri.

“Saya kira saya akan lupa seiring berjalannya waktu dan berusaha memaafkan, tapi hal ini terus mengganjal dari hari ke hari menjadi bayang-bayang buruk untuk saya,” tulisnya.

Menurut pengakuannya, kejadian tersebut bermula ketika ia bersama EJR dan NB berada di kawasan Senayan sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka kemudian meninggalkan kawasan itu dengan dalih mau mengantarkan korban pulang. Namun pada kenyataanya, EJR membawa korban ke kediamannya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Dalam perjalanan, ia mengaku beberapa kali diarahkan untuk menghirup asap vape.

Baca Juga: Cerita Pengacara Ruben Onsu Diserang Sarwendah di Sidang Mediasi

Akibat asap Vape itu,  kondisi tubuh korban berubah drastis. Ia jadi kesulitan membuka mata, tubuhnya terasa sangat lemas, hingga mengakibatkan hilangnya kesadaran.

Ia kemudian mengaku terbangun sekitar pukul 03.00 WIB setelah ibunya mencarinya. Dalam kondisi dimana tubuhnya masih belum normal, ia memutuskan pulang menggunakan taksi dari rumah artis EJR karena sudah dikhawatirkan keluarganya.

Peristiwa yang paling membekas bagi korban adalah dugaan tindakan seksual yang menurut pengakuannya dilakukan ketika dia tidak mampu mengendalikan diri.

Ia menegaskan bahwa tindakan seksual yang dilakukan artis EJR, tidak ada persetujuannya sama sekali. Tubuhnya dimanfaatkan pelaku saat ia sedang dalam kondisi tidak berdaya.

Korban mengatakan, pengalaman itu tidak bisa begitu saja dihapus dari ingatannya meski sudah berusaha melupakan. Ia juga mengaku sempat berusaha membuka komunikasi dengan EJR tentang kejadian tersebut. Namun, menurut korban, pesan yang dikirimkannya tidak mendapatkan respons.

Korban memiliki sejumlah bukti yang disimpan, termasuk percakapan dengan NB yang berlangsung setelah kejadian. Korban juga memiliki bukti foto yang memperlihatkan dirinya bersama EJR dan NB.

Baca Juga: Bongkar Diserang Sarwendah, Pengacara Ruben Onsu Keberatan Dianggap Membesar-besarkan Persoalan

"Saya tidak menulis ini karena ingin membuat cerita. Saya menulis karena saya ingin suara saya didengar," ungkapnya.

"Karena saya sudah memberanikan diri membuka luka lama saya dan menghubungi pelaku secara baik-baik via Whatsapp mengenai kejadian ini tapi tidak ada respons (akan saya share buktinya jika 7 hari ke depan masih tidak ada respons dan saya bisa share foto kami bertiga (saya,pelaku EJR, dan saksi NB) saat kami berada di Blackpond Senayan beberapa jam sebelum kejadian," imbuhnya.

EDITOR: Abdul Rahman