JawaPos.com - PT PLN (Persero), berencana membangun gardu penghubung untuk menyalurkan listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah menjadi enegri listrik (PSEL) kepada masyarakat Kota Bekasi.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan hal tersebut dilakukan karena kebutuhan listrik Kota Bekasi cukup tinggi dan jarak yang dibutuhkan untuk menyalurkan ke gardu hubung lebih dekat jika dibandingkan ke gardu induk.
”Maka kita mendedikasikan listrik dari PSEL Bekasi untuk Kota Bekasi. Tadinya mau kita sambung ke Gardu Induk, yang kemudian ke mana-mana, kita bangun Gardu Hubung yang hanya 5 kilometer dari sini,” ujar Darmawan dalam peresmian pembangunan PSEL, di Bekasi, Rabu (26/8).
Darmawan menjelaskan, PSEL Bekasi memiliki kapasitas listrik sebesar 27 megawatt (MW) dengan kapasitas terpasang 36 MW. Dengan kapasitas tersebut, penyaluran listrik dari PSEL menuju gardu penghubung akan menggunakan jaringan listrik melalui tiang listrik.
Baca Juga: GMPK DKI Soroti Pernyataan Budi Arie Soal Percepatan Politik
“Nah, karena ini hanya 27 megawatt dengan terpasang 36, maka ini menggunakan tiang listrik biasa ke Gardu Hubung. Yang Gardu Hubung itu khusus, spesialis untuk Kota Bekasi. Plus lagi, jadi Pak Wali bisa menyampaikan,” katanya.
Ia mengatakan, setelah PSEL Bekasi memasuki tahap komisioning dan mulai menghasilkan listrik dari pengolahan sampah, listrik tersebut akan disalurkan kembali untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Bekasi.
“Begitu PSEL nanti komisioning bahwa listriknya ini dari sampah. Sampahnya Kota Bekasi masuk ke sampah di sini, kemudian produksi listrik kita kirim kembali ke Kota Bekasi. Untuk itu sekali lagi, kami sangat bangga sekali bisa hadir di sini,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), meresmikan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste to energy di Ciketing, Kota Bekasi.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan peresmian pembangunan PSEL menandai hadirnya solusi untuk menjawab tantangan darurat sampah di Indonesia dan secara terkhusus di kota Bekasi.
“Sejak terbitnya Perpres Nomor 129 Tahun 2025, Danantara Indonesia telah bergerak cepat untuk melanjutkan pengembangan pengolahan sampah di kabupaten dan kota secara terstruktur dan profesional, termasuk di Kota Bekasi,” ujar Pandu.
Ia menyebut bahwa proyek dengan nilai investasi sebesar Rp 3 triliun ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500.000 ton sampah per tahun atau sekitar 70 persen dari jumlah sampah terolah di Kota Bekasi.
Baca Juga: Pemkot Surabaya-Bea Cukai Musnahkan 43,2 Juta Batang Rokok Ilegal Rp 64 Miliar
Dari sisi lingkungan, BSEL Kota Bekasi diproyeksikan mampu menurunkan emisi sampah dari tempat pemrosesan akhir hingga 80 persen serta mengurangi emisi karbon sebesar 640.000 ton setara CO2 per tahun.
“Dari sisi energi, inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan 55.000 rumah masyarakat Kota Bekasi,” ucapnya.
Sedangkan dari sisi tenaga kerja, proyek ini juga akan menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau. Proyek tersebut turut ditargetkan mengurangi kebutuhan lahan tempat pemrosesan akhir hingga sekitar 90 persen.