JawaPos.com – Harga LPG di Papua ditargetkan turun hingga mendekati harga di Pulau Jawa. PT Perta Daya Gas (PDG) tengah membangun infrastruktur gas di Papua, termasuk Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong, yang diharapkan mampu memangkas biaya distribusi sehingga harga LPG di wilayah timur Indonesia menjadi lebih terjangkau.
Saat ini, harga LPG nonsubsidi 12 kilogram di Papua masih berada di kisaran Rp277 ribu hingga Rp300 ribu per tabung, bahkan pada kondisi tertentu dapat mencapai sekitar Rp495 ribu.
Sebagai perbandingan, harga LPG 12 kilogram di Pulau Jawa umumnya dijual pada kisaran Rp210 ribu hingga Rp220 ribu per tabung.
Sekretaris Perusahaan PT Perta Daya Gas, Ucok Charles Kairupan, mengatakan pembangunan SPBE di KEK Sorong telah mencapai lebih dari 50 persen dan ditargetkan rampung pada September atau Oktober tahun ini.
"Sebentar lagi harga gas LPG di Papua bakal seperti di Jawa," ujar Ucok saat Media Gathering bersama media massa di Jakarta, Kamis (6/8).
Ucok menjelaskan, pasokan LPG untuk SPBE di KEK Sorong nantinya akan dialirkan melalui jaringan pipa gas sepanjang 1,4 kilometer yang terhubung langsung dengan sumber gas Petrogas.
Skema tersebut menggantikan sistem distribusi yang selama ini mengandalkan pengiriman menggunakan truk.
Menurutnya, penggunaan jaringan pipa akan membuat distribusi LPG menjadi lebih efisien, sehingga biaya logistik dapat ditekan dan berdampak pada harga jual kepada masyarakat.
Selain itu, perusahaan juga menyiapkan fasilitas penyimpanan dengan total kapasitas 50 ton. Tangki tersebut akan dibagi menjadi dua unit agar operasional dan proses distribusi lebih fleksibel.
"Tangki penyimpanan kapasitas totalnya 50 ton, nanti dibagi dua agar lebih fleksibel," ujarnya.
Papua menjadi salah satu wilayah prioritas pengembangan bisnis gas bumi dan energi baru PT Perta Daya Gas.
Perusahaan berharap pembangunan infrastruktur tersebut dapat membentuk ekosistem distribusi gas yang lebih efisien sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan industri di kawasan timur Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, PT Perta Daya Gas menggelar media gathering sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan dengan insan pers.
Perusahaan menilai komunikasi yang terbuka, kredibel, dan berkesinambungan menjadi elemen penting dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Melalui forum tersebut, PDG menegaskan kolaborasi dengan media diperlukan untuk menyampaikan informasi yang akurat mengenai perkembangan industri energi, termasuk peran gas bumi sebagai salah satu sumber energi yang semakin strategis bagi Indonesia.
PT Perta Daya Gas merupakan perusahaan patungan (Joint Venture Company/JVC) yang dibentuk oleh PT Pertamina Gas dan PT PLN Energi Primer Indonesia.
Perusahaan ini bertugas mengembangkan infrastruktur gas serta memperluas pemanfaatan gas bumi sebagai bagian dari transisi menuju energi yang lebih bersih.
Pembentukan PDG menjadi bagian dari sinergi PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM) pada pembangkit listrik, sehingga pasokan energi menjadi lebih efisien dan memiliki daya saing yang lebih baik.