← Beranda
Diplomasi Selat Hormuz Menguat, Harga Minyak Mentah Dunia Kompak Turun
Djati WaluyoRabu, 5 Agustus 2026 | 19.07 WIB
ILUSTRASI: Pengeboran minyak mentah dunia. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia dunia kompak turun pada perdagangan Rabu (5/8) setelah pernyataan pejabat Amerika Serikat (AS) dan Qatar memunculkan harapan solusi diplomatik dalam konflik dengan Iran yang berpotensi memperlancar arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.

Melansir Investing, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun poin atau 0,50 persen ke level 78,86 dollar per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 0,62 poin atau 0,81 persen ke level 75,17 dollar per barel.

Dilansir Reuters Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, terdapat kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran dan Oman terkait upaya membuka kembali lebih banyak jalur pelayaran di Selat Hormuz, meski kesepakatan akhir belum tercapai.

Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali selat tersebut dapat tercapai secepatnya pada Selasa atau Rabu waktu setempat.

Baca Juga: Sri Mulyani Ditunjuk Jadi Independent Co-Chair IDA22 Bank Dunia

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al-Ansari mengatakan upaya untuk mencapai penyelesaian diplomatik atas perang masih terus berlangsung.

Kantor Emir Qatar juga menyatakan Emir Qatar dan Presiden AS Donald Trump telah membahas berbagai langkah untuk meredakan eskalasi konflik dan menyatukan pandangan antara Washington dan Teheran.

Dimana, putaran terbaru perundingan yang dimediasi AS antara Israel dan Lebanon juga dimulai pada Selasa dan dijadwalkan berlangsung hingga Kamis.

Kepala Pengembangan Bisnis XS.com, Simon-Peter Massabni, mengatakan prospek solusi diplomatik telah mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong kenaikan harga minyak setelah AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran bulan lalu.

"Jika negosiasi antara AS dan Iran menunjukkan kemajuan yang berarti, pasar kemungkinan akan semakin memperhitungkan rendahnya peluang terjadinya gangguan pasokan, sehingga premi risiko geopolitik yang melekat pada harga minyak mentah akan terus berkurang," ujar Massabni.

Sebelumnya pada Selasa, seorang sumber senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran menginginkan kendali atas kapal yang memasuki Selat Hormuz serta dapat memantau kapal yang keluar, termasuk memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi bila diperlukan.

Usulan itu menjadi bagian dari rencana yang sedang dibahas bersama Oman untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan