JawaPos.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengklaim proyek strategis nasional (PSN) liquefied natural gas (LNG) Abadi Masela akan memberikan manfaat besar bagi perekonomian Indonesia.
Menurut Bahlil, proyek yang digarap INPEX Corporation melalui INPEX Masela Ltd menjadi salah satu investasi hulu minyak dan gas (migas) terbesar di Indonesia dengan nilai USD 20,9 miliar.
“Investasi ini kurang lebih sekitar USD 20,95 atau USD 21 miliar, ini setara dengan hampir Rp 390 triliun, Pak Gubernur, ini investasinya. Dan ini menghasilkan 9,5 juta ton LNG pertahun,” ujar Bahlil dalam acara groundbreaking PSN LNG Abadi Masela, Kamis (16/7).
Selain itu, lanjut Bahlil, LNG abadi Masela juga akan menghasilkan 35 ribu barel kondensat per hari.
Baca Juga: Presiden Prabowo Mulai Proyek LNG Abadi Masela usai Tertunda 28 Tahun
Bahlil mengatakan, proyek ini juga akan memberikan pendapatan langsung hingga USD 37,8 miliar dan berkontribusi terhadap pajak tidak langsung sebesar Rp 6,43 miliar selama masa kontruksi dan operasi.
Selain itu, proyek tersebut juga akan membuka lapangan pekerjaan yang cukup besar bagi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah sekitar proyek PSN LNG Abadi Masela.
“Menciptakan lapangan kerja dengan penyerapan sekitar 12.000 tenaga kerja, tenaga kerja langsung pada masa konstruksi dan sekitar 800 hingga 1.000 pekerja saat operasi” ujarnya.
Bahlil melanjutkan, pemerintah sudah meminta komitmen perusahaan untuk dapat memprioritaskan masyarakat yang ada di wilayah terdekat atau Tanimbar dan Kabupaten Maluku Baratdaya untuk dapat bekerja di proyek tersebut.
Untuk membantu perusahaan, pemerintah telah mengirim anak asli wilayah tersebut untuk menempuh pendidikan di akademi minyak dan gas milik Kementerian ESDM di Cepu, Jawa Timur.
Baca Juga: PGN Siap Serap LNG Blok Masela, Pasokan Energi Nasional Kian Aman
“Mereka akan semuanya kita serap untuk bekerja di proyek Blok Masela,” ucapnya.