JawaPos.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bersama PT Pertamina Gas (Pertagas) menandai babak baru penguatan infrastruktur energi nasional melalui rampungnya proses commissioning sistem metering Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon–Semarang II (CISEM II).
Penyelesaian tahapan ini memastikan kesiapan operasional proyek yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut dalam menghubungkan jaringan transmisi gas di Pulau Jawa secara lebih terintegrasi.
Peresmian commissioning sistem metering dan integrasi CISEM II dengan jaringan transmisi gas Jawa Barat dilaksanakan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di fasilitas Kandang Haur Timur (KHT), Indramayu.
Beroperasinya CISEM II memperkuat konektivitas sistem penyaluran gas nasional dari wilayah timur hingga barat Pulau Jawa. Infrastruktur ini diharapkan meningkatkan keandalan distribusi gas bumi, memperkuat ketahanan energi nasional, serta mendukung kebutuhan sektor industri yang terus berkembang.
Jalur pipa CISEM II memiliki panjang sekitar 242 kilometer dan tersambung dengan CISEM I yang sebelumnya telah beroperasi pada ruas Semarang–Batang. Sebelum dinyatakan siap digunakan, berbagai tahapan pengujian, termasuk pemeriksaan fasilitas dan flow test, telah dilakukan untuk memastikan seluruh sistem bekerja sesuai standar operasional dan terintegrasi dengan jaringan eksisting milik Pertagas.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menilai beroperasinya CISEM II menjadi pencapaian penting dalam pembangunan infrastruktur energi nasional.
"Setelah keberhasilan CISEM I, hari ini kita menyaksikan commissioning CISEM II yang melengkapi keterhubungan jaringan pipa gas bumi di Pulau Jawa. Infrastruktur ini memperkuat ketahanan energi nasional dan meningkatkan kemampuan sistem dalam menyalurkan gas ke berbagai wilayah dan sektor pengguna. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga proyek strategis ini dapat diselesaikan dan dioperasikan dengan baik," ujar Laode dalam keterangannya, dikutip Rabu (10/6).
Pada April 2026, Kementerian ESDM melalui proses seleksi yang dilaksanakan LEMIGAS menetapkan Pertagas sebagai operator CISEM II. Penunjukan ini melanjutkan peran perusahaan yang sebelumnya juga mengoperasikan CISEM I sejak 2023.
Selama proses commissioning, PGN Group turut memberikan dukungan teknis dan operasional, mulai dari pemeriksaan jalur pipa, pembukaan katup, pemantauan tekanan, pengujian sistem metering, hingga verifikasi kesiapan fasilitas di stasiun metering KHT.
Direktur Komersial PGN, Aldiansyah Idham, mengatakan, keberhasilan tahapan ini mencerminkan komitmen PGN Group dalam memperkuat infrastruktur gas bumi sekaligus mendorong pemanfaatan energi domestik secara optimal.
"Commissioning Metering System di Kandang Haur Timur menjadi bagian penting menuju optimalisasi pemanfaatan infrastruktur CISEM II secara penuh, sehingga dapat memberikan fleksibilitas dan keandalan yang lebih baik bagi sistem transmisi gas bumi nasional," kata Aldiansyah.
Sementara itu, Direktur Utama Pertagas, Indra P. Sembiring, menegaskan kesiapan perusahaan dalam mengoperasikan jaringan baru tersebut.
Baca Juga: Proyek Pipa Cisem Tahap 2 Dimulai, Pemanfaatan Gas Bumi oleh PGN di Jateng Digenjot jadi 70 BBTUD
"Dengan selesainya commissioning di Kandang Haur Timur, sistem CISEM II siap dioperasikan dan menjadi bagian penting dari jaringan transmisi gas bumi nasional yang kini terhubung dari Jawa Timur hingga Jawa Barat. Pertagas telah menyiapkan sarana, prasarana, serta personel yang tersebar dari Jawa Timur hingga Jawa Barat untuk memastikan pengoperasian infrastruktur ini berjalan secara aman, andal, dan optimal," ujar Indra.
Keberhasilan commissioning CISEM II merupakan hasil kolaborasi antara PGN, Pertagas, Direktorat Jenderal Migas, LEMIGAS, serta berbagai pihak yang terlibat dalam penyelesaian tantangan teknis maupun operasional proyek.
Dengan tersambungnya jaringan transmisi gas yang semakin luas dan terintegrasi, PGN Group optimistis dapat memperkuat fondasi bisnis jangka panjang, mendukung peningkatan konsumsi gas domestik, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan investor di tengah dinamika sektor energi global.