← Beranda
Bahlil Respons Isu Reshuffle Kabinet: Nanti Kita Lihat Saja Ya!
Muhammad RidwanSenin, 27 April 2026 | 21.30 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan kepada waryaean di Magelang, Sabtu (18/4/2026). (ANTARA/Heru Suyitno)

 

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan bakal melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih, di Istana Negara, Jakarta, pada Senin sore (27/4). Kabar itu tersiar seiring beredarnya sejumlah nama dan posisi yang akan menempati jabatan strategis di pemerintahan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, merespons isu soal reshuffle tersebut. Ia meminta publik untuk menunggu keputusan resmi Presiden Prabowo Subianto.

"Ya, nanti kita lihat saja, ya," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Bahlil menyebut, tidak semua isu harus disampaikan kepada publik. Ketua Umum Partai Golkar itu juga enggan membenarkan atau membantah isu reshuffle sore ini.

"Ada semuanya harus disampaikan, ada semuanya yang tidak perlu disampaikan," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang beredar, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), M Qodari, dikabarkan akan berpindah tugas menjadi Kepala Badan Komunikasi (Bakom) sekaligus menjabat sebagai juru bicara presiden. Posisi KSP yang ditinggalkannya disebut akan diisi oleh mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Dudung Abdurachman, yang saat ini menjabat sebagai penasihat khusus presiden bidang pertahanan nasional.

Di sisi lain, mantan Kepala Presidential Communication Office (PCO), Hasan Nasbi, juga dikabarkan akan mendapat posisi baru sebagai utusan khusus presiden bidang komunikasi.

Nama lain yang turut disebut adalah Abdul Kadir Karding, mantan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), yang dikabarkan akan kembali masuk kabinet dengan menjabat sebagai Kepala Badan Karantina Nasional.

Selain itu, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Jumhur Hidayat, disebut-sebut akan dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup, menggantikan Hanif Faisol Nurofiq.

Menanggapi kabar tersebut, KSP M. Qodari enggan memberikan komentar panjang. Ia menegaskan, keputusan terkait susunan kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif presiden.

“Semua itu merupakan kewenangan Presiden. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari beliau,” pungkasnya.

EDITOR: Estu Suryowati