← Beranda
Bahlil Temui Pengusaha SPBU, Bahas Formulasi Harga BBM Nonsubsidi
AntaraSenin, 6 April 2026 | 20.47 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (6/4/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

JawaPos.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berdiskusi dengan para pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), untuk mencari formulasi harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.

Hal itu tidak lepas dari lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

“Menyangkut dengan harga BBM nonsubsidi, kami lagi melakukan pembahasan. Pembahasan ini sudah barang tentu melibatkan badan swasta lainnya,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (6/4) sebagaimana dilansir dari Antara.

Bahlil menyampaikan bahwa saat ini perundingan dengan para pengusaha SPBU masih berlangsung.

Baca Juga: Purbaya Pastikan Harga BBM subsidi Tidak Naik Sampai Akhir 2026

Pemerintah, lanjutnya, sedang berusaha mengatur dan mencari formulasi yang baik dan bijaksana.

Bahlil mengatakan bahwa pemerintah sangat memahami kondisi masyarakat saat ini di tengah-tengah lonjakan harga minyak dunia.

Saat ini, harga minyak dunia jenis Brent dan West Texas Intermediate (WTI) sudah berada di atas USD 100 per barel.

Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) dihargai USD 64 per barel.

“Sampai dengan sekarang, kami lagi mengatur dan mencari formulasi yang baik dan bijaksana. Tunggu sampai selesai, saya akan kabari,” imbuh Bahlil.

Baca Juga: Bijak Menggunakan BBM Bukan Membatasi Tapi Konsumsi Energi Secara Efisien

Langkah tersebut juga terkait dengan Upaya pemerintah menahan harga BBM nonsubsidi sejak awal April 2026, sebagaimana diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi pada Selasa (31/3).

Prasetyo menyatakan bahwa pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi tidak mengalami kenaikan.

Keputusan tersebut diambil setelah pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT Pertamina, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah juga memastikan stok BBM nasional dalam kondisi aman dan tersedia, sehingga masyarakat diminta tidak panik ataupun resah terhadap isu kenaikan harga.

Penahanan harga tersebut menimbulkan selisih antara harga jual dengan harga pembelian minyak di tengah lonjakan harga minyak dunia.

Baca Juga: Harga BBM Jadi Sorotan, Bikers Lirik Sepeda Kembali sebagai Transportasi Hemat Selain Hobi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyampaikan bahwa Pertamina menanggung selisih harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi untuk sementara, selama harga BBM nonsubsidi tidak mengalami penyesuaian di tengah lonjakan harga minyak dunia.

 

EDITOR: Bayu Putra