JawaPos.com - Masyarakat diminta melakukan hemat dalam mengonsumsi energi demi menjaga kestabilan pasokan energi di dalam negeri. Ajakan itu dikemukakan oleh pemerintah, yakni Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyatakan, kebiasaan hemat energi dapat dimulai dari rumah maupun di tempat kerja.
Namun demikian, hemat energi jangan sampai menurunkan produktivitas kerja. Alasannya, demi roda perekonomian tetap berjalan terjaga. Langkah itu dapat dimulai dari memprioritaskan penggunaan transportasi publik perjalanan sehari-hari.
Sejalan dengan itu, Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA)) memberikan sejumlah tips bagaimana cara menghemat energi. Dikutip dari laman resminya, IEA membagikan tujuh tips hemat energi.
-
Jalan Kaki atau Naik Sepeda
Untuk perjalan jarak dekat, masyarakat dapat meninggalkan kendaraan pribadi dan berganti dengan jalan kaki atau bersepeda. Cara seperti itu selain hanya hemat biaya, juga baik untuk kesehatan dan lingkungan.
Baca Juga: BBG Rp 4.500 per Liter, PGN Tawarkan Solusi Hemat di Tengah Gejolak Energi Global
2. Andalkan Transportasi Umum
Untuk perjalanan yang lebih jauh, transportasi umum bisa jadi pilihan praktis dan hemat. Selain mengurangi kemacetan, cara ini juga membantu menekan polusi udara. Membeli tiket langganan biasanya lebih murah, dan merencanakan perjalanan sejak awal bisa membantu mendapatkan rute terbaik.
3. Berkendara Lebih Bijak
Gaya mengemudi juga berpengaruh pada konsumsi bahan bakar. Berkendara dengan stabil, tidak ngebut, dan menghindari akselerasi mendadak bisa membuat bahan bakar lebih awet. Tekanan ban sesuai dan mesin rutin diservis. Hal-hal sederhana ini bisa membantu kendaraan tetap efisien dan hemat energi.
4. Turunkan Suhu, Hemat Energi
Menurunkan suhu ruangan hanya 1°C ternyata bisa berdampak besar. Selain membuat konsumsi energi lebih hemat, tagihan juga bisa ikut turun. Kuncinya, atur suhu senyaman mungkin tanpa berlebihan, dan pakai pakaian hangat saat di dalam rumah.
Kalau punya termostat otomatis, manfaatkan untuk menyesuaikan suhu saat tidur atau ketika rumah kosong. Cukup hangatkan ruangan yang sering dipakai saja.
Saat cuaca panas, prinsipnya sama. Matikan AC saat tidak digunakan dan menaikkan suhu sedikit agar lebih hemat listrik. Tidak perlu mendinginkan seluruh rumah, cukup ruangan yang sedang dipakai.
Baca Juga: Pemerintah Umumkan 8 Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi, Ini Rinciannya
5. Atur Pemanas Air Sesuai Kebutuhan
Banyak orang tidak sadar kalau kebiasaan sederhana seperti mandi shower daripada berendam, atau mengurangi durasi mandi, juga membantu menekan penggunaan energi.
“Kalau Anda biasa menggunakan pemanas air, maka pakai saja secukupnya serta jangan biarkan menyala terus. Usaha ini bisa menekan penggunaan energi di rumah,” demikian tulis IEA.
6. Jangan Biarkan Udara AC Bocor
Udara dingin bisa dengan mudah keluar lewat celah kecil di rumah. Karena itu, pastikan pintu dan jendela tertutup rapat. Celah di jendela bisa ditutup dengan bahan pelapis sederhana. Tirai tebal juga bisa membantu menjaga suhu tetap stabil.
7. Ganti Lampu ke LED
Mengganti lampu lama dengan LED adalah langkah kecil dengan dampak besar. Selain lebih hemat energi, lampu LED juga lebih awet. Saat membeli, perhatikan label energi dan pilih yang paling efisien. Hal paling mudah adalah biasakan mematikan lampu saat keluar ruangan.
Hemat energi bukan soal perubahan besar yang sulit dilakukan, melainkan kebiasaan kecil yang konsisten. Dengan mulai dari hal-hal sederhana seperti mengatur suhu, memilih transportasi yang lebih efisien, hingga menggunakan peralatan hemat energi, setiap orang bisa ikut berkontribusi. Dampaknya bukan hanya terasa di tagihan, tapi juga bagi keberlanjutan lingkungan ke depan.