JawaPos.com - Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) terjadi di berbagai negara menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel.
Ketegangan geopolitik ini berdampak langsung pada pasokan energi global, dan mendorong kenaikan harga minyak dunia dan berimbas pada harga BBM di banyak negara.
Sejumlah negara bahkan harus mengambil langkah cepat. Mulai dari penyesuaian harga hingga perubahan kebijakan energi, demi menjaga stabilitas pasokan di dalam negeri.
Dampaknya tidak hanya dirasakan di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga merembet ke Amerika Utara, Eropa, hingga Afrika.
Kenaikan harga BBM ini terjadi dengan variasi yang cukup signifikan, mulai dari belasan persen hingga lebih dari dua kali lipat dalam waktu singkat.
Berikut daftar negara yang mengalami lonjakan harga BBM akibat situasi tersebut:
1. Amerika Serikat
Seperti dikutip dari CNBC, harga diesel di AS meningkat sekitar 40 persen dan mencapai level tertinggi sejak 2022, dengan kisaran harga sekitar Rp 89 ribu per galon.
2. Kamboja
Seperti dilansir dari Cambodia Ness, sejak 17 Maret harga bensin reguler di Kamboja naik menjadi sekitar 5.500 riel per liter atau meningkat 5,7 persen dalam periode tiga hari terakhir.
Secara keseluruhan sejak awal konflik, harga bensin telah melonjak 42,8 persen, sementara diesel naik hingga 70 persen.
Baca Juga: Dirjen IAEA Sebut AS dan Iran akan Berunding di Pakistan Akhir Pekan
3. Singapura
Perusahaan energi seperti Shell dan Esso menaikkan harga diesel sekitar 20 sen menjadi hampir USD 3,93 per liter pada 24 Maret.
Bahkan, harga diesel kini hampir menyamai bensin oktan 98 dan lebih mahal dibandingkan bensin oktan 95 di sejumlah SPBU.
4. Kanada
Seperti dilansir dari CBC News, di provinsi Newfoundland dan Labrador, harga bensin naik hingga 7,9 sen per liter dalam sehari dan menembus USD 2 per liter.
Sementara itu, harga diesel dan bahan bakar lainnya turut naik antara 10 hingga 13 sen per liter.
5. Filipina
Pemerintah Filipina menetapkan status darurat energi nasional sebagai respons terhadap gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah.
Baca Juga: Iran Tolak Klaim Negosiasi AS, Sindir Pernyataan Donald Trump
6. Vietnam
Seperti dilansir dari CNA, harga solar di Vietnam melonjak drastis, naik lebih dari 100 persen dalam waktu kurang dari satu bulan. Dari sekitar 19.270 dong per liter menjadi 39.660 dong.
Sementara itu, bensin oktan 95 juga mengalami kenaikan sekitar 68 persen, dari 20.150 dong menjadi 33.840 dong per liter.
7. Nigeria
Seperti dilaporkan Business Insider, harga bensin di Nigeria melonjak hingga 39,5 persen, menjadikannya salah satu negara dengan kenaikan tertinggi secara global.
8. Jerman
Seperti dilaporkan DW, harga rata-rata diesel di Jerman telah melampaui EUR 2 per liter. Bensin termurah pun kini berada di kisaran yang hampir sama.
9. Pakistan
Seperti dilansir NDTV, pemerintah Pakistan menaikkan pungutan bahan bakar beroktan tinggi dari PKR 100 menjadi PKR 300 per liter.
Baca Juga: AS Pertimbangkan Ghalibaf jadi Pemimpin Iran, Dinilai Bisa Negosiasi dengan Trump
Sebelumnya, harga bensin dan diesel juga sudah naik sebesar PKR 55 per liter, sehingga kini harga bensin mencapai PKR 321,17 per liter dan diesel PKR 335,86 per liter.
10. Inggris
Seperti dilansir dari The Independent, dalam satu pekan terhitung pada 16 Maret, harga bensin tanpa timbal naik dari 140,28p menjadi 144,16p per liter.
Sedangkan diesel meningkat dari 158,78p menjadi 166,88p per liter. Ini menjadi level tertinggi untuk diesel sejak Maret 2023.
11. Sri Lanka
Seperti dilansir First Post, Sri Lanka menaikkan harga BBM sekitar 25 persen. Harga bensin naik dari Rs 317 menjadi Rs 398 per liter, sementara diesel meningkat dari Rs 303 menjadi Rs 382 per liter.
12. Australia
Seperti dilaporkan 9 News pada Rabu (25/3), harga diesel di Australia melonjak hingga 36 persen hanya dalam dua minggu dan kini berada di kisaran USD 3 per liter, mencerminkan dampak cepat dari krisis energi global.
Baca Juga: Perang AS-Israel vs Iran Picu Krisis, Korea Selatan Mulai Hemat Energi
13. Laos
Seperti dilansir dari The Star, Laos mengubah mekanisme penetapan harga BBM yang sebelumnya dilakukan setiap minggu menjadi setiap dua hingga tiga hari.
Langkah ini diambil karena fluktuasi harga minyak global yang kini berubah sangat cepat.